Pesawat-pesawat Besar Tertahan di Bali

ARASYNEWS.COM – Pemandangan tak biasa terlihat di Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) di provinsi Bali. Barisan pesawat dari maskapai ternama Timur Tengah seperti Emirates, Etihad, hingga Qatar Airways terlihat parkir lebih lama dari jadwal biasanya.

Ini dikarenakan dampak dari eskalasi ketegangan AS-Iran yang memuncak di Timur Tengah per 3 Maret 2026. Pihak maskapai memarkirkan pesawat untuk keamanan dan kenyamanan.

Kenapa mereka tertahan di Bali?

Diketahui, akibat diberlakukannya penutupan ruang udara menuju jalur kembali menuju Dubai, Abu Dhabi, dan Doha. Pihak Iran, Irak dan Kuwait menutup wilayah udara saat ini.

Selain itu untuk keamanan penumpang. Maskapai lebih memilih melakukan overstay di Bali daripada memaksakan terbang masuk ke zona konflik yang sangat berisiko bagi keselamatan sipil.

Disisi lain, juga karena logistik bahan bakar. Rute memutar jauh (rerouting) melalui jalur alternatif membutuhkan perhitungan bahan bakar yang sangat kompleks, sehingga banyak penerbangan yang terpaksa di-grounded sementara.

Untuk diketahui, saat konflik ini, wilayah udara di timur tengah dan termasuk negara-negara yang ada di wilayah itu, seperti Qatar, UAE, Bahrain, Iran, Irak, dan lainnya menutup ruang udaranya sejak akhir Februari 2026.

Lebih dari 1.600 penumpang (termasuk wisatawan asing) terdampak, banyak yang tertahan di Bali, antre panjang di counter maskapai, atau diinapkan di hotel sambil menunggu update.

Di media sosial, banyak netizen yang membagikan penampakan barisan pesawat berukuran raksasa itu telah tiga hari parkir di Bandara Ngurah Rai.

Qatar Airways secara resmi menangguhkan operasi hingga ruang udara dibuka kembali.

Sementara itu, tentunya ini ada biaya parkir pesawat di bandara Indonesia (termasuk Ngurah Rai) yang dikelola PT Angkasa Pura Airports berdasarkan regulasi aeronautika resmi.

Pesawat Qatar Airways yang biasa rute Bali-Doha (seperti Boeing 787 atau A350, MTOW sekitar 230–280 ton) kemungkinan dikenakan biaya parkir sekitar Rp 40–60 juta per 24 jam.

Dampaknya Bagi Wisatawan di Bali

Ribuan penumpang yang seharusnya terbang pulang atau transit ke Eropa kini tertahan di Pulau Bali.

Dan kabar baiknya, pemerintah UEA dan maskapai terkait, dilaporkan tengah berkoordinasi untuk memastikan akomodasi bagi penumpang yang terdampak pembatalan massal ini.

Situasi ini jadi pengingat betapa cepatnya gejolak geopolitik dunia bisa berdampak langsung ke rencana perjalanan.

Untuk kabar penutupan wilayah udara dan bandara di Timur Tengah diperkirakan akan diberikan hingga 3 April mendatang. []

You May Also Like