ARASYNEWS.COM – Pemerintah merencanakan akan mengenakan pajak per batang kelapa sawit. Besaran pajak yang diwacanakan yakni Rp1.700 per pokok kelapa sawit per bulan.
Hal ini akan dilakukan karena dikaitkan dengan pajak air permukaan (PAP) yang akan dikenakan pada perkebunan kelapa sawit. Dan ditetapkan dalam rencana Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau.
Sementara itu, rencana pemberlakuan pajak ini mendapat tentangan dari Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) Riau.
Dari keterangan Ketua Samade Riau, Rudi Khairul mengatakan agar Pansus DPRD meninjau dengan baik judul dan isi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan pajak terhadap sawit tersebut.
“Jika dilihat dari perda itu seakan ada diskriminasi terhadap sawit, akan menimbulkan stigma negatif pada sawit,” dalam keterangannya yang dikutip.
“Terkait yang disasar adalah pajak air permukaan, maka seharusnya jangan hanya pada tanaman sawit, tetapi semua tanaman yang dibudidayakan dan semua kegiatan ekonomi yang menggunakan air permukaan dalam proses produksinya,” kata Rudi Khairul.
“Semuanya bisa dihitung per pohon berapa kebutuhannya baik sawit, akasia, eucaliptus, aren, karet atau kegiatan lainnya,” disebutkan Rudi.
Penolakan lainnya juga disampaikan Husaimi Hamidi, mantan anggota DPRD Riau.
“Pemberlakuan pajak ini perlu dikaji ulang. Memang sekarang katanya untuk perusahaan, dan masyarakat petani tidak. Tapi ini bisa saja berpotensi menyebabkan kecemburuan sosial. Dan bisa saja ada peluang korupsi,” dalam keterangannya yang dikutip.
Terkait harga yang ditetapkan tersebut, dikatakannya, bahwa itu tidak mendasar dan bahkan mempertanyakan acuan yang mendasari pemerintah dalam menghitung nilai pajak tersebut.
“Menghitung hektare sawit di Riau saja bisa kelabakan, apalagi menghitung per pokok. 1 hektar itu belum tentu semua lahannya ada 130 pokok, terus bagaimana kalau ada pokoknya yang mati, bagaimana cara menghitungnya,” dijelaskannya.
Ia berpendapat agar pemprov Riau dan DPRD provinsi Riau fokus pada pendapatan pajak pada sektor lainnya, diantaranya pada pabrik kelapa sawit.
[]