Dampak dari Menerapkan Cara Mendidik Anak yang Salah

ARASYNEWS.COM – Allah berfirman dalam surah Luqman kepada anak-anak agar tidak mempersekutukan Allah SWT, dan perintah Allah kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tua.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

wa iż qāla luqmānu libnihī wa huwa ya’iẓuhụ yā bunayya lā tusyrik billāh, innasy-syirka laẓulmun ‘aẓīm

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman : 13)

Surah selanjutnya

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan ‘alā wahniw wa fiṣāluhụ fī ‘āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr

Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada Ku-lah kembalimu. (QS. Luqman : 14)

Sebagian dari kita ada yang merasa sudah benar dalam mendidik anak. Tapi justru ada cara yang kita lakukan yang salah dalam mendidik anak dan nantinya akan berpengaruh pada perkembangan anak.

Dampak dari itu, anak juga kerap melakukan perbuatan yang dianggapnya benar, padahal itu adalah yang salah.

Beberapa diantaranya, pada zaman sekarang ini adalah apa yang disampaikan atau diungkapkan di media sosial dan komentar yang merasa itu benar. Padahal apa yang disampaikannya itu adalah salah.

Komentar-komentar itu juga disampaikan hanya dalam bentuk hasil pikiran mereka dan bukan melalui kajian ataupun penelitian yang benar.

Inilah beberapa dampak yang bisa timbul akibat cara mendidik anak dengan kurang tepat.

  1. Perkataan yang tidak pantas
    Banyak sekarang ini, pengguna media sosial yang menyampaikan dan menanggapi atau juga mengkomentari sesuatu hanya berdasar hasil pikiran mereka. Mereka menyampaikan atau mengomentari bukan berdasarkan hasil yang benar. Dan mirisnya lagi adalah apa yang disampaikan itu sangat menyinggung orang lain.

Pada era sekarang ini, berbagai tulisan yang disampaikan hanya sesuai dengan tren dan mode yang hanya dimengerti oleh mereka atau golongan mereka. Penyampaian itu juga tidak pada kondisi dan pada siapa mereka sampaikan.

Disini, peran orang tua sangatlah penting. Terutama dalam berkata-kata dan berinteraksi dan sopan santun. Perkataan yang baik sangat mencerminkan diri dan berinteraksi terhadap orang lain yang lebih tua.

  1. Hubungan Sosial yang Buruk
    Anak-anak yang kurang diajarkan oleh orang tuanya bisa saja akan kesulitan berinteraksi dengan teman-teman seumurannya ataupun terhadap orang yang lebih tua darinya. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa mereka akan menjadi pribadi yang egois dan kurang empati terhadap orang lain!
  2. Perilaku yang Menyimpang
    Menggunakan pola asuh yang terlalu permisif ataupun otoriter membuat anak bisa memiliki perilaku menyimpang dari norma dan nilai sosial. Mereka akan kebingungan dan besar kemungkinannya akan memberontak dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
  3. Gangguan Lahir dan Batin
    Jika orang tuanya tidak mengikuti cara mendidik anak sesuai ajaran Islam dan ajaran Rasulullah, anak bisa saja mengalami tekanan emosional akibat salah pola asuh. Mereka bisa saja mengalami berbagai macam gangguan. Dan jika hal ini dibiarkan, kondisi ini akan mengganggu tumbuh kembang lahir dan batinnya.
  4. Perkembangan Emosional yang Terganggu
    Anak yang dididik dengan cara yang tidak baik seperti dengan cara kekerasan akan mengalami perkembangan emosional yang kurang stabil. Mereka yang sering dimarahi atau dihukum berlebihan akan lebih rentan untuk merasa cemas berlebihan, depresi, hingga rendah diri. Ini akan berdampak juga pada kesulitan pengambilan keputusan.
  5. Penurunan Prestasi Akademik
    Anak yang kurang diperhatikan oleh orang tuanya dapat menunjukkan penurunan nilai maupun berdampak pada prestasi akademik. Mereka akan cenderung tidak meminati kegiatan belajar atau bahkan susah menangkap apa yang diajarkan di sekolah ataupun lembaga lainnya.

[]

You May Also Like