Mentraktir Makan Minum Orang Lain, Pahalanya Luar Biasa

ARASYNEWS.COM – Mentraktir makan atau minum orang lain sama halnya dengan bersedekah jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT.

Saat sekarang ini, banyak ditemukan di masjid-masjid, terhidang makanan dan minuman yang dapat dinikmati jama’ah usai sholat. Dan ini gratis atau tidak berbayar bagi jama’ah. Makanan minuman ini ada dari hasil himpunan golongan orang dan ada juga dari pribadi.

Dikutip dari tausiyah Ustadz Khalid Basalamah, mengatakan bahwa mentraktir makan atau minum orang lain memiliki pahala yang luar biasa.

Dikatakannya, kerap mentraktir makan-minum orang lain bisa menjadi amal jariyah yang pahala terus mengalir tidak putus.

Pahala mentraktir makan orang lain apalagi teman pahalanya sangat dahsyat dan jarang diketahui banyak orang.

Selain itu, juga menjadi ladang amal jariyah di dunia yang memiliki pahala sangat luar biasa.

Kata Ustadz Khalid Basalamah, dalam hadist sahih dari Imam Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda, tidak ada makan atau minum yang dihidangkan untuk orang lain (termasuk untuk diri sendiri) kecuali Allah SWT jadikan bagian dari makanan dan minuman itu berkah”.

“Berkah disini maksudnya makanan tersebut akan berada di dalam tubuh yang memakannya selama dia hidup, makanan tersebut kemudian menjadi bagian dari tubuhnya. Menjadi daging, tulang, darah, dan sebagainya,” kata Ustadz Khalid Basalamah.

Maka setiap seseorang yang diberi makan atau minum menggunakan tubuhnya untuk beramal, beribadah, selama hidupnya.

“Maka selama itu pula kita ikut mendapatkan pahala yang sama dari amal kebaikannya. Apalagi jika yang makan adalah orang-orang yang sholeh,” kata Ustadz Khalid Basalamah.

Dikutip dalam hadist riwayat Muslim, seorang sahabat bertanya “ya Rasulullah perbuatan apa dalam Islam yang baik sekali pahala nya, sangat besar sekali pahala nya, yang besar sekali manfaatnya, tapi yang ringan ringan, yang sunah. Bukan amalan yang wajib”.

Jawaban Rasulullah ﷺ ternyata bukan dzikir, bukan puasa sunah, bukan shalat sunah dan sebagainya, karena amalan itu dilakukan hanya untuk individu atau diri sendiri. Melainkan ternyata memberi makan dan minum kepada orang yang dikenal atau tidak dikenal.

“Seperti memberi jamuan kepada tamu, menyediakan sahur dan buka puasa gratis, termasuk sering-sering mentraktir teman,” kata Ustadz Khalid Basalamah.

Umar bin Khattab RA pernah memanen pahala nya satu Kota Madinah di zaman Khilafah beliau dengan air.

Di akhir Ramadhan Umar bin Khattab ingin membuka puasa kan orang. Maka beliau mengundang semua orang dan semua berbondong-bondong datang untuk berbuka puasa.

“Orang-orang ini paham bahwa khalifah Umar bin Khattab sedang ingin memanen pahala,” kata Ustadz Khalid Basalamah.

Jadi pahala mentraktir makan orang lain sangat dahsyat dan luar biasa.

[]

You May Also Like