Apakah Benar Harga Pertalite Naik Menjadi Rp10.000 per liter?

ARASYNEWS.COM – Banyak perbincangan tentang akan dinaikkannya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk jenis Pertalite dan Solar.

Isu beredar bahwa harga BBM jenis Pertalite akan dinaikkan dari yabg sebelumnya Rp7.650 atau Rp7.850 per liter menjadi Rp10.000 per liter.

Hanya saja kabar kenaikan ini sudah membuat naiknya harga sejumlah kebutuhan dan barang di pasar. Selain itu, juga banyak masyarakat yang menahan daya beli mereka untuk menghadapi dampak atas akan dinaikkannya BBM bersubsidi ini.

Menangkap atas isu tersebut, Presiden RI Jokowi menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan jajarannya untuk menghitung secara detail sebelum mengambil keputusan menaikkan harga Pertalite.

“Semuanya saya suruh hitung betul, hitung betul sebelum diputuskan,” tegas Jokowi dalam keterangan resminya yabg dikutip.

Menurut Presiden Jokowi, kenaikan harga Pertalite akan memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan orang banyak. Oleh karena itu, ia meminta jajarannya untuk berhati-hati terhadap dampak yang akan timbul dari kenaikan harga Pertalite.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi semuanya harus diputuskan secara hati-hati, dikalkulasi dampaknya, jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga,” tutur Jokowi.

Selain daya beli dan konsumsi masyarakat, Presiden juga mengingatkan jajarannya terhadap kenaikan inflasi dan penurunan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai dampak yang akan timbul dari kenaikan harga Pertalite.

“Kemudian juga nanti yang harus dihitung juga menaikkan inflasi yang tinggi, kemudian bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi,” tukas Jokowi. []

You May Also Like