Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang Dilaksanakan pada Bulan Dzulhijjah

ARASYNEWS.COM – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa wukuf yang merupakan puncak rangkaian ibadah haji berlangsung pada Jum’at (8/7/2022). Puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji disunnahkan menjalankan puasa Arafah.

Untuk di Indonesia, Muhammadiyah juga menetapkan waktu yang sama dengan Arab Saudi, yakni melaksanakan ibadah puasa Arafah pada Jum’at (8/7/2022) atau 9 Dzulhijjah 1443 Hijriyah.

Mengenal tentang puasa Arafah ini, ada keutamaan dibaliknya, yakni:

  1. Menghapus dosa selama dua tahun

Rasulullah ﷺ bersabda: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

Akan tetapi, menurut kebanyakan ulama, dosa-dosa yang dihapus dengan puasa Arafah merupakan dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, hal. 113).

  1. Dibebaskan dari siksa api neraka

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?” (HR Muslim).

Rasulullah ﷺ dalam kehidupannya melaksanakan ibadah puasa mulai dari awal bulan Dzulhijjah. Dan pada pada hari kedelapan (8 Dzulhijjah) dilaksanakan puasa Tarwiyah. Kemudian pada hari kesembilan (9 Dzulhijjah) melaksanakan puasa Arafah.

Puasa Arafah merupakan amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan keutamaannya yang luar biasa.

أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya: “Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah yaitu puasa Asyura, puasa Arafah, puasa tiga hari setiap bulan dan shalat dua rakaat sebelum Subuh.” (HR An-Nasa’i dan Ahmad)

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Nabi bersabda: “Puasa di hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu. Sedangkan puasa hari Arafah (9 Dzulhijah) akan mengampuni dosa dua tahun.” (HR at-Tirmidzi)

Bacaan Niat

  1. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaai sunnati yaumit Tarwiyah lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat puasa sunnah Tarwiyah besok hari karena Allah.”

  1. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i sunnati Arofah lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat puasa sunnah Arafah besok hari karena Allah.”

[]

You May Also Like