Ayat-ayat Allah yang Menjelaskan Tentang Mencari Rezeki yang Halal di Dunia dan Doa Mencari Rezeki yang Diajarkan Rasulullah

ARASYNEWS.COM

يَأْتِي عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ

Artinya: “Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal atau yang haram.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan An-Nasa’i dari hadits Abu Hurairah z, Shahih At-Targhib no. 1722)

Suapan yang haram tak lain kecuali akan menyebabkan pemakannya terhalangi dari surga. Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq dari Nabi, beliau bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ

“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.” (Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730)

Oleh karenanya, istri para as-salaf ash-shalih (para pendahulu kita yang baik) bila suaminya keluar dari rumahnya, iapun berpesan:

إِيَّاكَ وَكَسْبَ الْحَرَامِ، فَإِنَّا نَصْبِرُ عَلَى الْجُوْعِ وَلاَ نَصْبِرُ عَلىَ النَّارِ

“Jauhi olehmu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak mampu bersabar atas neraka.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin)

Ayat lainnya yang menjelaskan tentang mencari rezeki yang halal di dunia

Tentu mencari yang halal merupakan kewajiban atas setiap muslim, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mukhtashar Minhajul Qashidin: “Ketahuilah bahwa mencari yang halal adalah fardhu atas tiap muslim.” Karena demikianlah perintah Allah dalam ayat-ayat-Nya dan perintah Rasul dalam hadits-haditsnya. Di antaranya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)

وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًا طَيِّبًا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Al-Ma’idah: 88)

فَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَٱشْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (An-Nahl: 114)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Hai rasul-rasul, makanlah dari ath-thayyibaat, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Mu’minun: 51)

Rezeki merupakan pintu kehidupan yang seharusnya disyukuri dengan nikmat. Rezeki datangnya dari Allah ﷻ karena Allah merupakan Maha Pemberi dan Maha Kaya.

Seperti yang dijelaskan pada surat Ar-Rum ayat 40. Di dalam surat tersebut Allah ﷻ berfirman,

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَىْءٍ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Ar-Rum : 40)

Tugas manusia adalah berusaha dan terus bekerja dengan sebaik-baiknya. Beberapa ayat Al-Quran lainnya tentang rezeki yang akan membuatmu lebih semangat dan tenang dalam menantikan rezeki Allah di dunia:

  1. Surat Ibrahim ayat 34

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ

Artinya: Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Melalui ayat ini, kita telah dijanjikan rezeki oleh Allah ﷻ apabila mengupayakannya dengan sungguh-sungguh. Namun, tidaklah pantas jika kita menghitung apa saja dan jumlah nikmat yang diberikan oleh-Nya. Karena hal itu sama saja tidak mensyukuri dan termasuk perbuatan zalim.

  1. Surat Hud ayat 6 وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Ayat ini menerangkan tentang rezeki yang dijamin Allah ﷻ. Sebenarnya rezeki semua manusia bahkan seluruh makhluk yang ada di dunia ini sudah telah ditulis dan ditentukan di Lauh Mahfuzh.

Kita sebagai umat yang bertaqwa tidak usah risau akan rezeki yang kamu dapatkan. Kita tidak perlu merasa kekurangan atau miskin karena seluruh rezeki yang kamu dapatkan sudah dijamin oleh Allah ﷻ. Sehingga jika kamu bisa menerimanya, segala kebutuhan kamu pasti akan tercukupi.

  1. Surat An-Najm ayat 39-41

Ayat 39

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

Artinya: dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,

Ayat 40

وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ

Artinya: dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),

Ayat 41

ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ

Artinya: kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

Surat An Najm ayat 39-41 menjelaskan tentang pintu rezeki yang akan terbuka jika manusia berusaha untuk mendapatkan rezeki tersebut. Karena dunia ini tidak ada yang instan, maka semua harus diusahakan apalagi dalam memenuhi kebutuhan hidup atau mencari uang.

Manusia harus giat dalam menjalankan bisnisnya, tentunya berpegang pada prinsip amanah dan bertanggung jawab. Manusia harus mampu memanfaatkan tenaga serta ide yang telah Allah ﷻ berikan untuk mencari rezeki. Allah sesungguhnya tidak menyukai orang yang bermalas-malasan.

  1. Surat Nuh ayat 10-12

Ayat 10

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ

Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,

Ayat 11

يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ

Artinya: niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

Ayat 12

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

Artinya: Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Surat Nuh ayat 10-12 menjelaskan tentang pintu rezeki yang terbuka jika kita senantiasa mengingat Allah ﷻ dengan istighfar serta memohon ampun kepada-Nya. Beristighfar serta memohon ampun akan memudahkan kamu dalam melewati segala rintangan dalam mencari rezeki.

Rintangan dalam mencari rezeki bisa jadi karena keburukan yang dilakukan oleh kita tanpa sadar. Nah, apabila kamu menemukan rintangan dalam mencari rezeki janganlah berputus asa, harus tetap berada dijalan Allah dengan beristigfar serta meminta ampun kepada-Nya sebanyak mungkin.

  1. Surat At-Talaq ayat 3

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya: Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.

Surat At-Takwir ayat 3 menjelaskan tentang rezeki Allah Subhanahu Wa Taala yang dapat datang dari mana pun dan terkadang tidak terduga. Allah ﷻ merupakan sumber dari segala rezeki yang kita dapatkan sehingga sudah sepantasnya kita harus bersyukur.

Bersyukur tidak hanya diucapkan melalui lisan, melainkan juga diamalkan dengan perbuatan. Menolong orang yang sedang kesusahan atau berinfak merupakan wujud rasa syukur. Dengan begitu, niscaya Allah akan mencukupkan kebutuhan hidup.

Demikianlah uraian mengenai ayat Al-Quran tentang rezeki dan mencari rezeki yang halal. Rezeki tidak semata-mata berwujud materi, jika kamu sedang dalam keadaan susah, tetap berusaha dan jangan sekali-kali berputus asa kepada rahmat Allah Subhanahu Wa Taala.

Doa Agar Memperoleh Rezeki Halal

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumma Akfini Bihalalika ‘An Haroomika, wa aghninii bifadhlika ‘amman siwak

Artinya : “Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang Engkau haramkan. Ya Allah, kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak meminta kepada selain Engkau.” (HR Tirmidzi)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya : “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (HR Ibnu Majah, Ahmad)

[]

You May Also Like