5 Spillway Gate Dibuka, Keramba Warga Hanyut, Longsor Tepian Sungai Kampar, dan Kawasan Masjid Jami’ Terendam

ARASYNEWSCOM – Manajemen PLTA Koto Panjang telah membuka tambah tinggi 5 spillway gate (pintu pelimpah) waduk pada Sabtu (21/2024) kemarin. Penambahan tinggi bukaan pintu waduk dilakukan dua tahap.

Pada tahap I dilakukan pada pukul 10.00 WIB dengan bukaan 5×40 cm, sehingga total bukaan 5×110 cm. Kemudian, tahap II pada pukul 13.00 WIB dengan bukaan pintu sebesar 5×30 cm. Maka total bukaan pintu dengan penambahan dua tahap itu, 5×140 cm.

Penambahan bukaan pintu menyusul elevasi waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau itu karena terjadi kenaikan akibat curah hujan di hulu waduk cukup tinggi..

“Kalau curah hujan di wilayah Riau sedikit berkurang. Tapi curah hujan di Sumbar cukup tinggi, sehingga debit air yang masuk ke waduk mengalami kenaikan. Sehingga pihak PLTA Koto Panjang hari ini melakukan kembali menambah bukaan pintu dua tahap sekaligus. Padahal kemarin sudah ditambah bukaan pintu,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, Sabtu (27/1/2024).

Dengan adanya penambahan bukaan tinggi pintu waduk PLTA Koto Panjang tersebut, lanjut Edy Afrizal, maka akan berdampak terhadap daerah yang berada di sepanjang aliran Sungai Kampar.

“Kalau bukaan pintu waduk ditambah, maka permukaan air Sungai Kampar akan mengalami kenaikan. Artinya ini akan berdampak terhadap yang daerah berada di sepanjang Sungai Kampar. Seperti wilayah Kabupaten Kampar dan muaranya ke Kabupaten Pelalawan,” terangnya.

Edy mengatakan, dengan naiknya permukaan air Sungai Kampar, maka akan berimbas meluapnya ke pemukiman warga. Terutama yang berada di pinggiran Sungai Kampar, seperti di Teratak Buluh, Rantau Kasih, dan lainnya.

“Di Pelalawan juga seperti itu. Otomatis jalan lintas timur yang saat ini masih terendam banjir akan mengalami kenaikan. Yang jelas rata-rata daerah aliran Sungai Kampar sangat berdampak adanya penambahan bukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang,” kata dia.

Terlihat di lapangan, dampak penambahan bukaan pintu pelimpah ini, diantaranya, pemukiman di kawasan Sungai Gelombang pun terendam air. Ini karena ada beberapa rumah yang berada ditepi aliran Sungai.

Selian itu, pada Sabtu (27/1/2024), sekitar pukul 8 malam, dikabarkan ada keramba ikan milik warga yang hanyut terbawa arus air sungai. Menurut keterangan yang dikutip, ada sekitar enam keramba yang hanyut. Dan ada juga warga yang diduga pemilik keramba mencoba mengejar dengan perahu.

Pada Ahad pagi, dikabarkan juga terjadi longsor di tepian sungai Kampar di desa Tanjung Bungo kecamatan Kampa. Longsor berada di dekat rumah warga. Penampakan itu membuat khawatir dan warga berharap mendapat perhatian dari pemerintah.

Disisi lainnya, luapan air sungai juga menyebabkan banjir di kawasan Masjid Jami’ Air Tiris. Terlihat pada Ahad pagi, air sudah merendam jalan dan pemukiman penduduk di dekat masjid.

[]

You May Also Like