Warga Setempat Tidak Dapat Akses Masuk Kawasan Istana Melihat Pertama Kali Momen Upacara Kemerdekaan ke-79 RI

ARASYNEWS.COM, PENAJAM – Tidak sedikit perwakilan warga lokal yang tidak mendapatkan identitas berupa ID card untuk akses masuk ke dalam Istana Negara di IKN. Mereka adalah warga Indonesia yang bermukim di Pulau Kalimantan dan Penajam Panser Utara.

Salah seorang warga asli Dayak, Abdul Rahman. mengaku kecewa karena tidak mendapat akses masuk untuk ikut serta menghadiri upacara HUT ke-79 kemerdekaan RI. Ia menyampaikan sempat berangkat terlebih dahulu bersama rombongan keluarga menuju Istana Negara. Namun, sesampainya di depan gerbang masuk ke Istana, dirinya dihadang dan disuruh untuk pulang kembali dengan alasan tidak memiliki ID card.

Meski telah mengetahui aturan akses masuk ini, tapi ia dan rombongan berharap dapat melihat momen bersejarah ini.

Diakuinya, ada puluhan warga asli Dayak yang juga belum mendapatkan kepastian untuk ikut dalam perwakilan warga Sepaku untuk menghadiri upacara di Istana Negara IKN.

Tapi, ia mengungkapkan seharusnya warga asli Kaltim khususnya Sepaku juga diberi akses masuk. Karena kemeriahan perdana di IKN menjadi tempat bagi warga sini sebagai hiburan.

“Saya tidak tahu, kalau harus didata. Sampai disini saya baru tahu. Kita sekitar 40 orang asli Dayak yang belum masuk,” ujarnya kepada wartawan.

Dirinya mengungkapkan akan tetap menerima kalaupun tidak diperbolehkan masuk. Dirinya akan menerima kondisi tersebut dengan sabar.

Menurutnya hal tersebut dilakukan protokol pemerintah lantaran harus menjalankan dan mengamankan situasi di lokasi upacara di istana negara.

“Mau gimana, kita terima. Kita ngomong keras juga percuma. Mau dilawan juga bukan hak kita,” tukasnya. []

You May Also Like