ARASYNEWS.COM – Peringatan HUT ke-79 kemerdekaan RI tahun 2024 kali ini digelar di dua tempat berbeda, yakni di Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), di Kalimantan Timur, dan yang satu lagi di Istana Merdeka, Jakarta.
Sekretariat Presiden menyatakan, peringatan HUT ke-79 RI digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta. Sekretariat Presiden juga memastikan upacara peringatan HUT ke-79 RI hanya di IKN.Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara. Jokowi di IKN ditemani Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Sementara, Wakil Presiden Ma’ruf Amin berada di Istana Merdeka, Jakarta, didampingi wakil presiden terpilih Gibran.
Sekretariat Presiden menyediakan seribu undangan untuk upacara kenaikan bendera di IKN, dan seribu undangan untuk sore harinya.
Hanya saja, ada yang tidak hadir dan juga tidak dapat undangan. Mereka adalah Mahfud MD, Megawati Soekarnoputri, Anies Baswedan, dan lainnya.
Sekretariat Presiden juga memastikan tak ada upacara bendera di Istana Merdeka, Jakarta, yang ada hanya acara hiburan perayaan.
Acara yang dimulai sejak pagi hari, menandai momen bersejarah bagi bangsa. Dan upacara ini menjadi yang pertama dilaksanakan di IKN yang baru dan belum selesai ini.
Untuk mensukseskan upacara ini, pengerjaan proyek dihentikan sementara jelang persiapan dan hingga berakhirnya perayaan kemerdekaan.
Banyak juga masyarakat di pulau Kalimantan yang datang dengan menyewa bus. Mereka merasakan langsung pengalaman merayakan upacara HUT di IKN.
Yang uniknya, beberapa gundukan tanah di lokasi ditutup dengan karpet hijau. Meski demikian, debu-debu proyek di jalan yang dilalui kendaraan bertebaran, seolah menyambut kedatangan tamu undangan HUT ke-79 RI.
Sambutan debu mulai nampak saat baru tiba di titik pertama, hunian untuk personel TNI dan Polri.
Sejauh mata memandang, debu-debu terus mengapung ke udara. Bahkan akses jalan menuju istana juga masih tanah dan berdebu.
Proyek pengerjaan IKN ini ditargetkan selesai 10-15 tahun mendatang.
“Paling tidak pada 2045 baru ada sekitar 1 juta orang di IKN baru benar-benar bisa seperti kota,” ujar Bambang Brodjonegoro, yang juga salah satu perancang pembangunan IKN beberapa waktu lalu. []