ARASYNEWS.COM – Peternak di Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, terpaksa menyembelih beberapa ekor hewan ternak di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Ada sebanyak 88 ekor hewan ternak jenis kerbau yang disembelih akibat terpapar penyakit ngorok. Selain ada yang dipotong paksa, juga terdapat 26 ekor kerbau yang mati.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Herman melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Faralinda Sari mengatakan, sebanyak 88 ekor kerbau yang dipotong paksa tersebut karena sudah cukup parah terpapar penyakit ngorok dan kemungkinan tidak bisa diobati lagi.
“Jadi dari pada kerbau tersebut mati dan tidak bisa dimanfaatkan, peternakan kemudian melakukan potong paksa. Totalnya ada 88 ekor hingga saat ini,” katanya dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (5/11/2022).
Meskipun dipotong paksa, dikatakannya, berdasarkan penelitian, penyakit tersebut tidak berbahaya bagi manusia dan tetap aman dikonsumsi.
“Dagingnya tetap aman dikonsumsi, karena penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia,” imbuhnya.
Sebelumnya, masyarakat yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) digegerkan dengan ditemukannya adanya hewan ternak jenis kerbau yang mati mendadak. Ratusan kerbau tersebut mati diduga karena terserang penyakit ngorok atau Sepricaemia Epizootica (SE). Hal ini sebelumnya juga melanda di kabupaten Kampar Riau.
“Untuk di Rohul, hewan ternak yang mati mendadak sama halnya yang melanda di kabupaten Kampar,” tukasnya.
Faralinda mengatakan, upaya pencegahan untuk penyakit SE ini yakni dilakukan dengan memberikan vaksin. Namun, fakta dilapangan saat ini masih banyak peternak yang enggan hewan ternaknya untuk di vaksin dan berkemungkinan hal ini menjadi salah satu penyebabnya. []