ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Terjadi konflik antara buaya dengan manusia di Kabupaten Inhil. Konflik ini terjadi di dua tempat yang berbeda.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dian Setiawan, dalam keterangan yang diterima arasynewscom, mengatakan kejadian ini terjadi di desa Sungai Nyiur Kabupaten Indragiri Hilir Riau.
“Benar, seorang pemuda tewas diterkam buaya. Lokasinya terjadi di tepi kanal atau parit di desa Sungai Nyiur Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Jasadnya akhirnya ditemukan warga, belasan jam setelah serangan satwa itu,” kata AKBP Dian (5/10).
Ia menerangkan, korban bernama Didi Apriyanto (23), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir. Sebelum kejadian, dia diketahui pergi mencari cacing lumpur untuk umpan memancing, Minggu (3/10) sekitar pukul 15.00 WIB,.
“Awalnya korban membersihkan badannya di kuala parit. Ketika korban sedang membersihkan badannya, korban diterkam buaya hingga hilang diseret,” kata AKBP Dian Setiawan.
Petugas Kepolisian, TNI, dan pihak perusahaan bersama masyarakat sempat mencari keberadaan korban seusai diterkam buaya. Namun, pencarian belum membuahkan hasil.
Jasad korban baru ditemukan keesokan harinya, Senin (4/10) sekitar pukul 06.00 WIB, di parit 2 Dusun Kampung Baru, Desa Sungai Nyiur, tidak jauh dari lokasi serangan.
“Tubuh korban ditemukan di tepi sungai dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban dalam keadaan utuh. Namun terdapat beberapa luka bekas gigitan di bagian tubuhnya,” jelas Dian.
“Jenazah korban langsung dibawa menggunakan speed boat ke rumah orang tuanya di Desa Rantau Panjang untuk dimakamkan,” lanjutnya.
Dian mengimbau agar warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di pinggir sungai. Dia tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali.
Ditempat terpisah, PLH Kepala BBKSDA Riau Hartono menjelaskan dari laporan yang diterima bahwa konflik manusia dengan buaya terjadi di dua tempat yang berbeda.
“Konflik buaya dan manusia di Inhil ini terjadi di dua tempat yang berbeda,” kata Hartono, Selasa (5/10)
“Yang pertama di Kecamatan Enok Inhil. Korban meninggal dunia. Sekitar pukul 15.00 WIB pada 3 Oktober kemarin. Korban diterkam buaya saat di tepi kanal atau parit. Pencarian selesai tadi pagi. Jenazah ditemukan dan dibawa ke rumah duka. Ditemukan ada beberapa bekas gigitan oleh buaya. Tubuh korban dalam keadaan utuh,” kata Hartono.
“Kemudian yang kedua, terjadi di Parit 13 desa Pulau Kecil kecamatan Reteh Inhil. Korban bernama Kusnadi 60 tahun. Korban saat itu sedang mandi-mandi sekiranya pukul 16.30 WIB. Korban saat itu ditarik buaya pada bagian kaki dan mengakibatkan luka-luka. Korban bisa diselamatkan,” terangnya.
Lebih lanjut, Hartono mengimbau agar masyarakat dalam beraktifitas agar lebih berhati-hati dan tidak sendirian saat berada ditepi kanal atau anak sungai. []