Tanggapan Pj Walikota Pekanbaru Usai Dapat Kabar Pemotongan Gaji Pegawai di RSD Madani

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun telah mendapat kabar adanya pemotongan gaji pegawai honorer di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru.

Dan ia pun mengatakan bahwa tidak pernah menginstruksikan pemotongan gaji maupun insentif tersebut.

“Saya tak pernah menginstruksikan adanya potong isentif,” kata Muflihun.

Sebelumnya, 700 tenaga kesehatan (nakes) di RSD Madani Kota Pekanbaru mengeluhkan pemotongan gaji hingga 50 persen.

Banyak diantaranya yang kecewa dan mengungkapkan ke berbagai media sosial, serta juga diberitakan diberbagai media di kota Pekanbaru.

Pemotongan gaji dirasakan tenaga harian lepas (THL) seperti dokter, perawat, pegawai dan cleaning service saat menerima gaji pada Senin (21/11/2022) lalu.

Disebutkan, adanya pemotongan ini lantaran RSD Madani terlilit hutang yang tidak diketahui entah apa sebabnya.

Hanya saja, manajemen RSUD Madani Pekanbaru angkat bicara mengenai pemotongan gaji 50 persen tenaga harian lepas. Pemotongan terjadi karena defisit anggaran.

Direktur RSUD Madani, Arnaldo Eka Putra mengakui adanya potongan gaji THL. Pemotongan terpaksa dilakukan karena kekurangan anggaran.

“Memang anggaran kita banyak defisit, itu kan THL gaji dari APBD. Makanya kita tak tahu lagi bagaimana caranya karena yang defisit bukan hanya kita. Adik-adik THL ini bisa mengadu sama kami, lalu kami sama siapa mengadu,” kata Arnaldo dalam keterangannya.

Potongan gaji sendiri terjadi baru kali ini. Selama ini gaji seluruh pegawai di RSUD Madani tak pernah terlambat dan dapat potongan.

“Terdampak September-Oktober, sebelum ini malah madani selalu lebih dulu dan tak pernah (dipotong). Di ujung ini memang ya anggaran tidak ada, rata-rata segitu (40-50 persen dipotong),” katanya.

Arnaldo mengaku akan mencari solusi untuk gaji pegawai. Salah satunya mencari anggaran lewat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Pemotongan gaji dirasakan tenaga harian lepas (THL) seperti dokter, perawat, pegawai dan cleaning service saat menerima transferan gaji pada awal pekan kemarin.

“Gajian kami THL RSUD Madani terpotong 40-50 persen setelah gajian kemarin. Gaji yang dipotong yaitu bulan September dan Oktober,” kata seorang THL RSUD Madani.

Akibat pemotongan gaji, banyak THL yang kini terlilit utang. Sebab, gaji yang selama ini untuk menutup kebutuhan harian berkurang.

“Ini gaji full saja masih harus cari pinjaman untuk kebutuhan harian. Sekarang banyak pula dipotong, tentu banyak kawan-kawan terlilit utang juga,” katanya.

Setelah mendapat instruksi dari Pj Walikota Pekanbaru Muflihun, serta viral diberbagai pemberitaan. Akhirnya pihak RSD Madani pun berjanji akan melunasi pemotongan yang sebelumnya dilakukan serta tidak ada lagi pemotongan sebesar 50 persen untuk selanjutnya. []

You May Also Like