ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Bengkalis Riau masuk dalam daftar terjadinya karhutla pada tahun 2021 ini. Luasan lahan yang terbakar lebih dari 100 hektar.
“Lokasi kebakaran di Giam Siak Kecil dan merupakan Suaka Margasatwa. Tepatnya di Desa Bagan Boneo,” terang Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, dalam informasi yang diterima arasynewscom, Ahad (7/3/2021).

Selain lokasi yang jauh dari sumber air. Area ini merupakan lahan gambut dengan kedalaman 1-2 meter.
“Akses jalan darat cukup jauh, ini menjadi kendala. Memobilisasi perlengkapan selama proses penanganan dan ketersediaan air. Air dari titik kebakaran cukup jauh. Tim sudah 15 hari berada di lokasi,” ungkap Suharyono.
“Tanah di sana gambut. Kalau musim penghujan, itu bisa terendam dan kemarau 1-2 minggu bisa sangat kering. Pemantik kecil saja, itu bisa menjadi pemantik yang susah dikendalikan tim di lapangan,” jelas dia.
Ia menyebutkan terjadinya kebakaran ini adalah ulah tangan manusia, karena alam tidak mengeluarkan api dengan sendirinya di area itu.
“Kami sedang dalami masalah kebakaran ini. Antara satu titik api dengan lainnya, kemungkinan akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab,” sebut Suharyono.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya tengah lakukan pemadaman dan pendinginan area yang terbakar. Tim BBKSDA dibantu masyarakat, perusahaan, TNI-Polri.
“Khusus di GSK, kami bekerja bersama, tapi di luar kawasan GSK ini yang juga terjadi kebakaran juga tetap terus bekerja sama,” imbuhnya.
Diketahui, Giam Siak Kecil adalah cagar biosfer yang lokasinya berdampingan dengan Bukit Batu. Lokasi ini merupakan lahan gambut yang terletak di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak.
Dalam data di BBKSDA Riau, luasan ini sekitar 705.271 hektar. Dan cagar biosfer ini juga telah dideklarasikan UNESCO dalam Man and the Biosphere (MAB) Programme guna mendukung industri kayu berkelanjutan. []