ARASYNEWS.COM – Gelanggang olahraga (GOR) biasa disebut dengan stadion. Pada umumnya dipergunakan sebagai tempat untuk penyelenggaraan olahraga. Dimana di dalamnya terdapat lapangan, dan dikitari dengan jalur untuk olahraga atletik lari. Serta itu juga terdapat tempat duduk untuk penonton.
Dahulunya, tempat duduk untuk penonton (tribun) dibangun tidak melingkar seperti yang terlihat saat ini. Penonton yang dapat tempat istimewa yang dapat mengisi tempat strategis tersebut.
Stadion menjadi salah satu tempat berkumpulnya banyak orang yang menyukai olahraga, terutama untuk cabang olahraga sepakbola. Penonton rela berdiri untuk menyaksikan pertandingan yang berlangsung. Tapi kini, stadion dibuat dengan berbentuk kubah melingkar. Dan tempat duduk penonton juga dibuat dengan berjenjang agar dapat disaksikan semua orang.
Di Sumatera Barat, setidaknya ada 6 stadion yang pertama kali dibuat dan menjadi tempat megah pada zaman dahulu.
Beberapa stadion yang dibangun hingga kini masih bertahan meskipun ada yang sudah berubah kegunaan dari awal maksud didirikan. Berikut adalah beberapa stadion di Sumatera Barat:

Stadion Ateh Ngarai (Bukittinggi)
Stadion Ateh Ngarai dahulunya dikenal dengan stadion PSA. Tidak diketahui kapan mulai didirikan. Hanya saja stadion ini banyak menciptakan pemain-pemain besar berskala nasional.
Stadion ini mulai mendapat perhatian pemerintah di daerah untuk diperbaiki, salah satunya kondisi lapangan dan rumputnya agar layak dipergunakan untuk menggelar sebuah pertandingan sepakbola berstandar nasional.

Stadion M Yamin (Sijunjung)
Stadion ini terletak di kabupaten Muaro Sijunjung. Kapasitas penonton bisa menampung sekitar 10 ribu orang. Pada tahun 2009-2010, pernah digunakan Semen Padang FC karena stadion di Padang mengalami kerusakan akibat diguncang gempa.

Stadion Ombilin (Sawahlunto)
Stadion berkapasitas 5.000 orang yang dioperasikan oleh Pemko Sawahlunto ini pernah telah mengalami dua kali renovasi pada tahun 2002 dan 2013. Ukuran lapangan pada stadion ini sudah berstandar nasional dengan ukuran 100x70m. Klub lokal yang mengadopsi stadion ini sebagai homebase mereka adalah PS GAS Sawahlunto.

Stadion Mauli Warmadewa (Dharmasraya)
Stadion yang memiliki kapasitas penonton hingga 30.000 orang ini menjadi lokasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat ke XIII pada tahun 2014. Nama stadion tersebut diambil dari nama salah seorang Maharaja Melayu yang pernah memerintah di Kabupaten Dharmasraya, Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa, pada tahun 1286–1316. Dan kini dipergunakan masyarakat setempat untuk berolahraga.

Stadion Imam Bonjol (Padang)
Dahulunya pada zaman penjajahan Jepang diberi nama “Nanpo Hodo” yang berarti “Angin dari Selatan”. Setelah kemerdekaan, pemerintah sempat menjadikannya sebagai kompleks stadion dengan nama Stadion Benteng. Stadion ini bisa menampung 5 ribu orang.
Stadion ini dikenal dengan nama stadion Imam Bonjol. Namun, stadion yang dikelola oleh Kodim 0302 Padang tersebut dibongkar pada tahun 1992 dan berubah fungsi seiring hadirnya Stadion H. Agus Salim.

Stadion H Agus Salim (Padang)
Stadion Gelora Haji Agus Salim mulai dibangun pada tahun 1980-an. Dahulunya merupakan lapangan hijau biasa dan dipergunakan untuk ajang olahraga.
Stadion yang awalnya dibangun oleh Pemerintah Daerah Tk. I Sumatera Barat itu dimaksudkan untuk persiapan pelaksanaan MTQ ke 13 pada tahun 1983 namun hanya tribun Barat dan tribun Selatan. Setelah pelaksanaan MTQ tersebut, Gubernur Ir. H. Azwar Anas sebagai pemimpin pemerintahan daerah Tk. I Sumatera Barat, melanjutkan pembangunan tribun terbuka (timur dan utara), dan baru selesai pada tahun 1985.
Stadion yang berkapasitas kurang lebih 25.000 orang ini bukan hanya homebase bagi Semen Padang FC dan PSP Padang. Tapi juga banyak dipergunakan untuk berbagai acara. []