ARASYNEWS.COM – Pelaksanaan sholat tarawih berjamaah di Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, diikuti ratusan santri-santriwati.
Bukan hanya para santri santri-santriwati saja, masyarakat di sekitarnya dan luar daerah Magetan juga sengaja datang ke pondok pesantren untuk ikut sholat tarawih berjamaah disana.
Diketahui, jika pelaksanaan tarawIh disana terbilang menjadi yang terlama di Indonesia. Lebih dari 8 jam pelaksanaan dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an katam dalam waktu satu malam.
Diketahui, pelaksanaan ini telah digelar sejak 12 tahun silam, dan jama’ahnya juga semakin bertambah setiap tahunnya.
Dikutip dari tvOne, Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Ustad Barlei Musaddad mengatakan, pada tahun 2023 kemarin ada 10 kelompok sholat tarawih 1 juz, 5 juz, 10 juz dan 30 juz, kini bertambah 2 kelompok lagi, jadi total ada 12 kelompok yang dilakukan di sejumlah masjid di dalam lingkungan pondok.
“Setiap tahun bertambah ya, tahun kemarin itu ada 10 kelompok sekarang ada 12 kelompok sholat tarawih, ada yang 1 juz, 5 juz 10 juz dan 30 juz Al-Qur’an,” kata Barlei.
Pelaksanaanya pun tak hanya dilakukan di satu masjid namun tersebar di sejumlah masjid di dalam lingkungan pondok pesantren, menyusul Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan ini memiliki lebih dari 22 ribu santri dan santriwati, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dikatakan sholat tarawih terlama hingga 8 jam lebih ini karena dalam pelaksanaanya, sholat tarawih sebanyak 20 rakaat dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an katam dalam satu malam ini dipimpin oleh 6 orang imam secara bergantian. Dimana setiap imam membacakan hafalan 5 juz Al-Qur’an. Sholat tarawih ini dimulai sejak habis sholat Isya hingga raka’at terakhir pada pukul 03.00 WIB atau menjelang sahur.
“Sekarang kita bikin 6 orang imam, dimana setiap imam membacakan hafalan 5 juz Al-Qur’an, sehingga 6 orang 30 Juz pas dalam satu malam,” kata dia.
Tak hanya kelompok sholat tarawih dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an, namun para santri Temboro ini juga menggelar kelompok sholat tarawih dengan bacaan 1 juz, 5 juz hingga 10 juz Al-Qur’an, sehingga para santri tidak diwajibkan mengikuti tarawih kelompok 30 juz Al-Qur’an, mereka bisa memilih kelompok mana sesuai kemampuan masing-masing.
Pihak Ponpes juga mendatangkan guru besar pengajar Al-Qur’an di Masjidil Haram Mekkah, Syaikh Abdu Dzohir Abu Shoqer Al-Mansawi sebagai Imam Sholat tarawih khusus untuk kelompok bacaan 1 juz Al-Qur’an. Harapannya agar para santri bisa belajar Al-Qur’an langsung dari pengajar dari Makkah.
“Tidak ada paksaan dalam sholat tarawih ini, ada banyak pilihan ya, boleh ikut 1 juz, boleh 5 juz, bahkan sekarang ada jemaah khusus untuk anak-anak SMA dari luar pondok yang ikut program pondok kilat itu hanya surat-surat pendek saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Samsudin (19) salah seorang santri Ponpes Al-Fatah Temboro dari Riau mengaku sudah mondok selama 5 tahun, namun baru tahun ini dirinya siap mengikuti sholat tarawih kelompok 30 juz Al-Qur’an. Selain harus ikhlas menjalankannya, Samsudin juga ingin mencoba sejauh mana kemampuannya dalam menghafal Al-Qur’an.
“Baru mencoba tahun ini, ingin mencoba saja sejauh mana kemampuan hafalan Al-Qur’an saya, kan bisa istirahat kalau capek. Tidak ada paksaan,” jelas Samsudin.
Samsudin menjelaskan, ada banyak kelompok sholat tarawih di dalam pondok, ada yang 1 juz, 5 Juz, 10 juz, dan 30 juz, tapi untuk yang santri kecil bacaannya surat-surat pendek.
Tentang tradisi sholat tarawih 8 jam dengan bacaan 30 Juz Al-Qur’an ini tidak ada paksaan, hanya dengan niat dan tekad para ustad serta santri dalam beribadah mencari pahala dan menambah berkah di malam bulan puasa Ramadhan.
[]