ARASYNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Air sungai Batang Kapur Kabupaten Limapuluh Kota meluap hingga pagi hari tadi, Sabtu (1/1/2021). Dan akibatnya ratusan rumah warga terendam air.
Aliran sungai ini menuju ke waduk PLTA Koto Panjang di wilayah Sumbar Riau. Dan akibatnya, debit air diperkirakan akan meningkat akibat hujan yang terus terjadi di hulu sungai.
Karena itu, masyarakat di hilir Sungai Kampar diharapkan waspada karena banjir kiriman bisa datang sewaktu-waktu karena curah hujan saat ini cukup tinggi dan berkemungkinan akan dibukanya pintu pelimpah di PLTA Koto Panjang.
Dalam keterangannya, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Kapolsek Kapur IX, Iptu Desfa Ningrat, Sabtu (1/1/2021) mengatakan hujan lebat yang terjadi sejak Jum’at (31/12/2021) malam.
“Hujan turun sejak kemarin mengguyur Kapur IX, menyebabkan Sungai Batang Kapur meluap hingga menggenangi Jalan. Aktivitas masyarakat terganggu karena ruas jalan dan ladang digenangi air,” kata dia, Sabtu (1/1).
“Selain itu, jembatan darurat yang biasanya dilewati di jalan yang menghubungkan Nagari Muaro Paiti dan Lubuak Alai yang juga merupakan akses utama tidak terlihat karena terendam oleh air,” lanjut keterangannya.
Dikatakannya juga, akibat air sungai yang meluap, tidak hanya mengakibatkan jalan putus total di Kapur IX-Pangkalan pada Sabtu (1/1/2022), Namun juga mengakibatkan tanah longsor di Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota sehingga akses jalan umum Galugua menuju Nagari Sialang putus total tidak dapat dilewati kendaraan.
Tidak itu saja, bencana yang terjadi di awal tahun 2022 itu juga mengakibatkan pemukiman warga terendam air sungai Batang Kapur dengan ketinggian air lebih kurang 2 meter.
“Terjadinya bencana banjir disebabkan tinggi curah hujan tinggi sehingga sungai Batang Kapur meluap,” kata dia lagi
Menurut mantan Personil BRIMOB itu, hujan lebat yang terjadi membuat sungai meluap dan berakibat pemukiman masyarakat terendam. Jumlah rumah yang terendam di Jorong Galugua Nagari Galugua itu mencapai puluhan rumah.
“Bukan hanya di Nagari Muaro Paiti Kecamatan Kapur IX, banjir yang merendam lahan pertanian serta mengakibatkan jalan putus itu, bencana juga terjadi, yakni longsor Nagari Galugua, tidak itu saja di Nagari Galugua puluhan rumah warga juga terendam Banjir akibat sungai Batang Kapur meluap,” jelas dia.
Iptu Desfa juga menambahkan, rumah warga yang terendam air mencapai puluhan rumah. Hingga saat ini air masih tinggi, sementara hujan susulan diperkirakan akan datang kembali.
”Kita belum bisa masuk ke Nagari yang terendam banjir karena akses jalan yang putus, namum akan terus diupayakan. Sementara di beberapa titik longsor telah dilakukan pembersihan oleh petugas Damkar bersama masyarakat dan aparat lainnya,” terang Iptu Desfa.
Untuk bisa masuk ke Nagari yang terendam banjir menurut Iptu Desfa harus dilakukan dengan cara berjalan kaki atau membangun jembatan darurat, sebab Jalan Nagari Galugua menuju Nagari Sialang putus total akibat dihantam longsor.
”Kita akan lakukan evakuasi bersama tim gabungan dan kita upayakan bisa mencapai pemukiman warga. Meskipun air masih tinggi, kita akan terus upayakan agar bisa masuk untuk memastikan keadaan warga di sana,” tukasnya.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari bencana alam yang terjadi di beberapa titik di Nagari itu. []