ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat hingga Oktober 2022 telah ditemukan sebanyak 8.034 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Provinsi Riau. Di mana 3.711 orang saat ditemukan sudah dalam stadium AIDS.
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution pada Kamis (17/11/2022) kemarin dalam acara rapat koordinasi daerah, komisi penanggulangan AIDS (KPA) provinsi Riau di kota Pekanbaru mengatakan bahwa karakteristik temuan kasus HIV dan AIDS di Provinsi Riau sudah mengarah kepada populasi umum.
“Penemuan kasus HIV di Provinsi Riau jumlahnya sebesar 8.034 orang,” ujar Edy Natar.
Ia juga mengatakan temuan jumlah terbesar disumbangkan kota Pekanbaru dengan temuan kasus 4.730 orang.
“Temuan kasus pada ibu rumah tangga menduduki rangking ke-3 terbesar dan jika dikelompokkan ke dalam kelompok usia, maka temuan kasus HIV terbesar banyak ditemukan pada kelompok umur 25 sampai dengan 45 tahun artinya ini usia produktif,” ujarnya, dikutip dari MCR.
Menurutnya, dalam upaya percepatan penanggulangan HIV/AIDS secara nasional Pemerintah telah menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Standar itu harus dicapai oleh Pemerintah Daerah dan sudah tertuang dalam PP Nomor 2 tahun 2018.
Di mana pencapaian SPM tersebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Bupati, Wali Kota dan Gubernur.
“Pemprov Riau sudah berupaya untuk melakukan penanggulangan HIV/AIDS,” kata Edy.
Dengan menetapkan Perda Nomor 4 tahun 2006 tentang Penanggulangan HIV/AIDS dan kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Riau.
Orang yang terdampak HIV/AIDS ini harus dilakukan pendekatan dan dirangkul untuk menanganinya agar pertolongan bisa berjalan lancar,” katanya.
Edy mengimbau organisasi perangkat daerah terkait untuk melakukan penganggaran tentang HIV/AIDS sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebab, kata Edy, kebijakan alokasi anggaran ini sebagai salah satu bukti dan dapat memberikan gambaran upaya memerangi HIV/AIDS mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah.
“Mari kita masifkan promosi pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Manfaatkan media digital, teknologi digital terbaru, perluaskan akses pencegahan dan tes, hingga pengobatan,” harapnya. []