Doa Bersama di Sekolah SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak

ARASYNEWS.COM, SIAK – Pasca musibah yang terjadi di salah satu sekolah di kabupaten Siak, meninggalkan duka yang mendalam serta trauma bagi anak-anak sekolah.

Dan pada hari ini, Jum’at (10/4/2026), dilaksanakan doa bersama dan pembacaan Yasin di SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak.

Dalam keterangan Bupati Siak, Afni Zulkifli, yang turut hadir bersama, menyebutkan ini sebagai upaya pemulihan psikologis siswa pasca insiden praktikum.

Bupati Afni juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum Muhammad Aqil Alrizal dan ini menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan.

“Turut berduka cita untuk anak kita, murid kita, sahabat kita, almarhum Aqil,” kata Bupati Afni, pada Jum’at (10/4/2026).

“Dari pelaksanaan doa dan Yasin bersama ini. Juga kami instruksikan untuk dilaksanakan di seluruh tingkatan sekolah se-Kabupaten Siak sebagai ikhtibar bagi kita semua di dunia pendidikan,” kata Bupati.

“Bapak ibu majelis guru, kami hadir disini memberikan kekuatan bersama-sama. Tetaplah semangat, kita percayakan semua prosesnya pada pihak kepolisian. Untuk siswa siswi semua boleh kreatif, berkreasi dan berinovasi tapi tetap harus dalam pengawasan penuh dari majelis guru dan harus saling mengingatkan satu sama lain, itu pesan ibu,” kata Bupati Afni.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Kesehatan telah menginstruksikan pendampingan psikologis bagi siswa dan guru sebagai bagian dari trauma healing. Sementara itu, untuk proses telah diserahkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menyebutkan bahwa Polres Siak tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis siswa melalui trauma healing.

“Selain mengungkap fakta hukum, kami ingin memastikan anak-anak tetap merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Polres Siak juga melakukan trauma healing secara humanis bersama Polwan,” kata Kapolres Siak.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan bahan berbahaya di lingkungan pendidikan serta pengaruh negatif lainnya terutama dari media sosial dan permainan digital.

“Jika ada hal berbahaya atau ajakan yang tidak baik, jangan diladeni, segera laporkan kepada guru atau orang tua,” sarannya.

Kegiatan doa bersama berlangsung khidmat dan menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah, kepolisian, pihak sekolah, dan siswa dalam upaya pemulihan pasca insiden tersebut.

Sebelumnya, seorang pelajar kelas IX bernama Muhammad Aqil (15) meninggal dunia usai tragedi meledaknya senapan rakitan hasil karya seninya dalam kelompoknya. Senapan 3D itu mengeluarkan asap dan meledak saat ujian praktik lapangan di halaman sekolah. Ia sempat terpelanting ke belakang dan mendapat luka pada bagian wajah dan kepala hingga akhirnya meninggal dunia. Musibah ini terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 wib.

[]

You May Also Like