Viral Lagu ‘Erika’ , Dikritik Warganet dan Tanggapan Mahasiswa ITB

ARASYNEWS.COM – Baru-baru ini beredar lagu dinyanyikan sejumlah orang (mahasiswa) yang liriknya menyindir tentang Erika. Lagu ini pun membuat heboh banyak orang.

Kehebohan juga didasarkan dengan kasus dugaan budaya kekerasan seksual verbal.

Kali ini sorotan publik mengarah ke ITB setelah lirik lagu berjudul ‘Erika’ yang dinilai melecehkan perempuan viral di media sosial.

Kejadian ini memicu perdebatan soal penerapan nilai-nilai dan etika di lingkungan organisasi kampus. Dalam video yang beredar, terlihat lirik bernada vulgar terpampang jelas di layar proyektor saat massa mahasiswa bersorak menyanyikannya bersama.

Situasi ini dinilai sangat kontras dengan citra ITB sebagai kampus bergengsi yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Yang mengejutkan, lagu ‘Erika’ ternyata bukan sekadar nyanyian dadakan, melainkan sudah didistribusikan secara luas dan bisa didengarkan di platform musik legal seperti Spotify dan juga di platform sosial media.

Lagu berdurasi 3 menit 28 detik yang dikreditkan kepada unit OSD HMT-ITB ini memuat lirik eksplisit yang memicu kekecewaan publik.

Kehadiran lagu tersebut di ranah publik dianggap menunjukkan kurangnya sensitivitas gender, serta memperkuat anggapan bahwa budaya seksisme di lingkungan kampus sudah dianggap hal yang lumrah dan wajar.

Di tengah kemarahan publik, terungkap bahwa lagu ‘Erika’ ternyata bukan karya baru, melainkan sudah ada dan dinyanyikan di lingkungan HMT ITB sejak tahun 1979.

Lagu ini diciptakan oleh unit musik OSD (Orkes Semi Dangdut) dan menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang diwariskan dari senior ke junior sebagai hiburan satir selama puluhan tahun.

Namun, apa yang dulu dianggap sekadar candaan internal, kini dinilai sebagai bentuk pelecehan dan normalisasi objektifikasi perempuan yang sudah tidak pantas diterapkan di zaman sekarang.

Asal usul terbitnya lagu

Diketahui, ini terjadi setelah kasus pelecehan oleh 16 mahasiswa FH UI yang mencuat. Publik kembali dihebohkan dengan viralnya video mahasiswa himpunan di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyanyikan lagu berisi lirik bernuansa melecehkan perempuan.

Dalam video tersebut, para mahasiswa terlihat bernyanyi dan berdansa mengikuti lagu berjudul “Erika”, yang disebut sebagai karya Orkes Semi Dangdut Himpunan Mahasiswa Tambang ITB tahun 2020.

Lagu tersebut menuai kritik karena dinilai mengandung lirik vulgar, tidak senonoh, dan mengobjektifikasi perempuan melalui karakter dalam lagu. Kontroversi ini pun memperkuat sorotan publik terhadap budaya kampus, khususnya terkait batas antara hiburan dan pelecehan verbal, serta mendorong diskusi lebih luas mengenai pentingnya kesadaran dan sensitivitas gender di lingkungan akademik.

Tanggapan pihak HMT ITB

Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT ITB) akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas viralnya lagu ‘Erika’ di media sosial. Lirik dalam lagu itu dianggap terang-terangan menggambarkan perempuan sebagai objek seksual dengan penggunaan kata-kata yang tidak pantas.

“Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” tulis HM ITB dalam pernyataan tertulis, Rabu, 15 April 2026.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like