PLN Siapkan Pasokan Listrik 400 MW Untuk Wilayah Kerja Blok Rokan

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Diambil alihnya Blok Rokan juga turut bergabung PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) dengan PLN untuk memasok kebutuhan listrik di wilayah kerja Blok Rokan.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini memastikan keandalan listrik untuk Blok Rokan dapat terjaga. Zulkifli mengatakan komitmen untuk menjaga keandalan listrik wilayah kerja Rokan merupakan upaya PLN demi menjaga ketahanan serta kedaulatan energi di Tanah Air.

“Sebagai anak bangsa, kami ingin Blok Rokan tetap dapat produktif menjadi salah satu sumber minyak nasional. Ini tentu akan mendukung ketahanan serta kedaulatan energi nasional,” harap Zulkifli, dalam informasinya, Selasa (10/8/2021).

Zulkifli mengatakan, untuk pasokan listrik, PLN siapkan 400 MW (megawatt). PLN merencanakan dalam dua tahap yaitu masa transisi dan masa permanen. Pada masa transisi, PLN memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun.

PLN telah mengakuisisi saham perusahaan pembangkit eksisting yang selama ini melistriki wilayah kerja Rokan, yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW dan didukung PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 MW.

Untuk tahap kedua, masa layanan permanen akan pasokan listrik akan dialiri dari sistem kelistrikan Sumatera. Saat ini, PLN sedang melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera.

Dalam kunjungan kerja itu, turut ikut serta Menteri BUMN Erick Thohir. Ia juga datang meninjau langsung fasilitas yang tersedia pada Selasa (10/8/2021).

Dikatakan Erick, ini menjadi semangat bagi putra putri Indonesia khususnya PLN untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa dan rakyat Indonesia sudah mampu untuk mengelola segala potensi sumber dayanya secara mandiri.

“PLN memberikan pasokan listrik dengan kualitas yang baik dan andal untuk memastikan produksi di blok yang dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR) bisa berjalan baik,” kata Erick dalam kunjungannya, Selasa (10/8/2021).

“Kami percaya, PLN mampu menjaga keandalan pasokan listrik di Blok Rokan. Kita harus membuktikan, bahwa BUMN mampu mengelola aset-aset semacam ini,” kata Erick.

Blok Rokan merupakan salah satu tulang punggung penghasil minyak nasional, penghasil 25 persen produksi minyak nasional berasal dari Blok Rokan. Dan saat ini telah diambil alih pengelolaannya dari PT Chevron Pasific Indonesia kepada PT Pertamina (Persero) Blok Rokan.

Erick yakin terbentuknya kolaborasi antar BUMN, yakni PLN dan Pertamina, akan menjadikan kinerja yang lebih ekonomis dan efisien serta mampu mendukung pengembangan sumur-sumur minyak Pertamina Hulu Rokan dengan skala keekonomian yang lebih baik untuk ketahanan energi nasional.

Menurutnya, pengelolaan Blok Rokan dilihat sebagai satu kesatuan. Pertamina sebagai pengelola bertanggung jawab menjaga kualitas produksi minyak, sementara PLN memastikan mendukung pasokan listrik untuk blok migas tersebut.

Pemerintah juga berharap ke depannya akan semakin terbuka peluang bagi PLN untuk ikut berkontribusi dalam penyediaan ketenagalistrikan bagi lokasi-lokasi Blok Migas lainnya. Peluang ini tentu harus bisa ditangkap oleh PLN Group.

“Saya berterima kasih kepada PLN, telah mendukung transformasi yang kami harapkan. Saat ini, PLN tentu tidak hanya melakukan inovasi, dan teknologi, tetapi juga meningkatkan kualitas human capital,” tutup Erick. [Rls]

You May Also Like