ARASYNEWS.com — Kawasan kaki Gunung Marapi dan Singgalang di Sumatera Barat menawarkan panorama alam luar biasa berupa hamparan lembah hijau area persawahan dan ladang masyarakat. Selain itu juga pemukiman penduduk yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, serta ratusan rumah gadang yang berdiri.
Di area ini, traveler juga bisa menikmati pemandangan Kota Bukittinggi, danau vulkanik, serta hutan hujan yang menawan.
Pesona alam dengan hawa yang sejuk dan dingin memberikan kesan yang tenang dan damai.
Bahkan kawasan ini juga memiliki keunikan sejarah berupa bebatuan alami yang beberapa diantara berasal dari muntahan gunung. Juga ada batu tegak alami yang menjadi salah satu ikon asal wilayah tersebut. Traveler masih bisa menemukan fenomena geologis berupa batu-batu besar setinggi 1 hingga 2 meter yang berdiri alami di beberapa titik, menjadi penanda geografis yang unik.
Kawasan ini berada tepat di pelataran dua gunung berapi. Pemandangan pagi hari sering kali dihiasi latar belakang puncak gunung yang megah.
Kaki kedua gunung kembar ini membentuk bentang alam yang sangat khas bagi pariwisata Minangkabau.

Di kawasan ini terdapat beberapa nagari yang menjadi daerah pemukiman penduduk. Diantara adalah
-Nagari Batagak. Terletak persis di antara kaki Gunung Marapi dan Gunung Singgalang.
-Nagari Sungai Tanang. Terletak di kaki Gunung Singgalang yang menghadap langsung ke arah Gunung Marapi.
-Nagari Sariak. Berada di lereng Gunung Marapi yang bersebelahan dengan Gunung Singgalang.
-Nagari Cingkariang yang lokasinya melintasi lereng serta dataran tinggi sekitar gunung.
Nagari-nagari ini dikenal sebagai wilayah agraris dengan lanskap terasering yang indah dan udara yang sangat sejuk. Lahan pertanian yang subur menjadi salah satu usaha utama perekonomian masyarakat di sekitar sejak dahulu kala.
Sangat disayangkan jika kawasan produktif ini diobrak-abrik oleh proyek strategis nasional milik pemerintah. Karena nantinya keindahan alam serta aktifitas dan mobilitas masyarakat akan tergangggu.
[]