Pertamax Dinaikkan, Pertalite Langsung Diserbu dan Diperkirakan Mulai Sulit Didapat Seperti Minyak Goreng

ARASYNEWS.COM – Pasca dinaikkannya harga Pertamax oleh pemerintah, pompa Pertalite di sejumlah SPBU mulai terlihat antrian. Hal ini lantaran perbandingan harga yang signifikan antara dua jenis bahan bakar ini.

Banyak masyarakat yang beralih mengkonsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite dari BBM non subsidi Pertamax.

Atas peralihan ini, kelangkaan BBM bersubsidi ini pun mulai terjadi.

Kelangkaan Pertalite ini terlihat mirip minyak goreng curah dan minyak goreng yang disubsidi. Minyak goreng curah diburu masyarakat lantaran perbandingan harga dua kemasan ini terbilang jauh.

Untuk minyak goreng kemasan harga per liternya diantara Rp 24-28 ribu, sedangkan yang kemasan hampir setengahnya.

Selain itu, tentang peralihan konsumsi masyarakat ini, Pertamina pernah menyebut konsumsi BBM non-subsidi terbilang sedikit jika dibandingkan dengan BBM subsidi.

Diketahui, konsumsi BBM non subsidi sebesar 17%, 14% merupakan jumlah konsumsi Pertamax dan 3% jumlah konsumsi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara, konsumsi bahan bakar bersubsidi mencapai 83%.

Jika terjadi kelangkaan, muncul pertanyaan: berapa sebenarnya stok Pertalite secara nasional? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat?

Mengutip laman Ditjen Migas Kementerian ESDM, Ahad (3/4/2022), per 30 Maret 2022, stok BBM RON 90 milik Pertamina ini mencapai 1,157 juta Kilo Liter (KL). Stok ini cukup untuk 15,7 hari.

Untuk stok BBM lainnya seperti Pertamax alias BBM RON 92 mencapai 927.137 KL, cukup untuk 25,9 hari. Sementara untuk Premium alias BBM RON 88 stoknya 344.347 KL, cukup untuk 26,3 hari.

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII, Selasa (29/3) lalu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan kuota Pertalite untuk tahun ini dipatok 23,05 juta KL.

Hingga Februari, realisasi penyalurannya sudah mencapai 4,258 juta KL atau 18,5% di atas kuota secara year to date (ytd). Diproyeksi, penyaluran ertalite tahun ini bakal mencapai 26,5 juta KL atau 15% di atas kuota yang ditetapkan.

Memang jika bicara stok, sama seperti halnya minyak goreng, di atas kertas pastilah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertanyaannya, apakah stok itu lancar terdistribusikan ke SPBU untuk didapatkan masyarakat. []

You May Also Like