Perlombaan Panjat Pinang Mulai Ditinggalkan dan Dilarang

ARASYNEWS.COM – Perlombaan panjat pinang yang biasanya dilaksanakan dalam perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, untuk tahun 2025 ini banyak yang meniadakan. Bahkan juga tidak diizinkan atau diimbau untuk tidak dilaksanakan oleh pemerintah di beberapa daerah.

Diantaranya yang mengimbau untuk tidak digelar adalah di Aceh Barat, Aceh Jaya di provinsi Aceh, di Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat, dan lainnya.

Diimbau untuk tidak dilaksanakan perlombaan panjat pinang saat perayaan 17 Agustusan.

Hal ini, dikatakan pemerintah setempat, alasannya karena lomba itu tidak ada nilai edukasinya. Padahal bagi masyarakat lomba ini adalah salah satu lomba yang identik dengan kemerdekaan yang bisa ditelusuri hingga ke masa era kolonial Belanda.

Salah seorang Sejarawan, pendiri KHI, Asep Kambali, menyebutkan, “Di zaman kolonial, panjat pinang ini diselenggarakan dalam rangka hari ulang tahun ratu atau raja Belanda. Terutama ratu Wilhelmina. Itu diselenggarakan untuk kaum bumiputra, rakyat jelata terutama. Jadi merekalah yang bermain. Orang Belanda tidak ada yang main. Jadi ini perlombaan, yang kalau saya mengatakannya, perlombaan kolonial. Diatasnya ada apa? Ada keju, kemeja, dan lainnya yang sulit didapat. Terutama itu sesuatu barang yang mahal”.

Lebih lanjut, ia menyebutkan waktu dan kapan perlombaan ini mulai dihadirkan.

“Sebenarnya, diawal-awal kemerdekaan tidak ada panjat pinang. Mulai ramainya dibuat itu setelah tahun 1960-1970-an. Terutama di era orde baru, itu baru mulai ramai. Karena waktu itu zaman masih gonjang-ganjing. Kita belum bisa merayakan perlombaan ini dengan baik,” terangnya.

Diketahui, dibeberapa daerah bahkan sudah ada yang mempersiapkan batang pinang yang direncanakan akan dipergunakan. Akan tetapi, setelah mendapat surat dari pemerintah daerah, maka perlombaan itu batal dilaksanakan.

Sebelumnya, perlombaan panjat pinang ini bagi sebagian masyarakat menjadi area hiburan. Para peserta lomba bersama-sama saling membantu membentuk persatuan untuk mencapai ke puncak yang telah disematkan berbagai hadiah.

Biasanya batang pinang dilumuri dengan oli dan gomok. Dan ditempatkan di tengah lapangan, atau di area persawahan, atau juga di atas air kolam atau sungai. []

You May Also Like