ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Mudik lebaran 2022 diperkirakan akan terjadi mulai terjadi lonjakan pada 28 April-1 Mei. Hal ini sebagaimana izin yang telah disampaikan pemerintah untuk mudik lebaran tahun ini.
Nantinya diperkirakan ruas jalan akan ramai dilalui pemudik dengan menggunakan roda dua, empat, hingga lebih. Pemudik akan mulai beranjak satu tempat ke tempat lainnya.
Untuk di provinsi Riau, Polda Riau akan mensiagakan personilnya di sejumlah titik lokasi. Hal ini sebagaimana akan diberlakukannya operasi ketupat tahun 2022.
Untuk kemacetan di Riau diperkirakan akan terjadi pada waktu-waktu tertentu dan titik-titik tertentu. Dan dengan ini Lantas Polda Riau mengimbau agar pengguna lalu lintas untuk lebih berhati-hati.
“Secara umum di wilayah Riau terdapat tiga titik rawan macet dan rawan kecelakaan lalu lintas,” kata Dirlantas Polda Riau Kombes Firman Darmansyah, dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (21/4/2022).
Ia merincikan titik rawan pertama berada di Jalan lintas Sumatera perbatasan Riau dengan Sumatera Utara di daerah Kabupaten Rokan Hilir. Adapun titik lokasi kemacetan pada pusat keramaian seperti pada pasar-pasar.
Titik kedua berada di Jalan Lintas Sumatera perbatasan Riau dengan Sumatera Barat di Kabupaten Kampar. Ini juga pada pusat-pusat pasar yang ada di sepanjang jalan.
Kemudian titik ketiga berada di Jalan Lintas Sumatera perbatasan Riau dengan Jambi di Kabupaten Indragiri Hilir, yang juga pada pasar-pasar di sepanjang jalan.
“Untuk antisipasi, petugas akan bersiaga pada waktu tertentu di titik-titik kemarin itu. Dan kami akan mendirikan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan di perbatasan Riau dengan provinsi tetangga,” kata Firman.
Firman juga mengingatkan masyarakat, agar tidak terlalu bereuforia di jalanan saat mudik Lebaran ke kampung halaman.
“Kami mengimbau kepada warga yang mudik untuk tidak terlalu euforia di jalanan. Masyarakat harus memperhatikan kesehatan kendaraan yang akan digunakan saat mudik. Kendaraan harus prima dan dilengkapi dengan surat-surat yang sah. Sebelum mudik, cek fisik kendaraan seperti rem, lampu dan lainnya,” kata Firman.
Lebih lanjut, dikatakannya, nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan kepada pada pemudik dalam hal vaksinasi. Hal ini sebagaimana aturan yang diberlakukan.
Selain itu, yang perlu diwaspadai bagi pemudik adalah ruas jalan yang rusak. Hampir seluruh ruas jalan nasional di Riau rusak. Selain bergelombang, juga banyak ditemukan jalan yang berlubang.
Adapun ruas jalan yang rusak tersebut terpantau di setiap Kabupaten dan Kota yang ada di provinsi Riau.
Ditempat terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau tengah memetakan daerah rawan bencana alam, seperti longsor dan banjir.
BPBD mengimbau agar pemudik berhati-hati dalam perjalanan dan memantau perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Kita tengah melakukan pemetaan daerah rawan bencana banjir dan longsor. Ini akan terus kita sampaikan melalui media sosial. Tujuannya agar masyarakat dapat waspada dalam melakukan mudik Lebaran,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau, M Edy Afrizal dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (21/4/2022).
Edy menjelaskan, daerah yang tercatat rawan longsor adalah Jalan Lintas Riau menuju Provinsi Sumatera Barat di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Daerah ini merupakan daerah perbukitan, seperti pada Kecamatan XIII Koto Kampar.
Selian itu, juga pada jalur lintas tengah di wilayah perbukitan di Logas dan Lubuk Jambi di Kuantan Singingi.
“Daerah rawan longsor itu di daerah perbatasan Riau dengan Sumatera Barat ini merupakan areal perbukitan. Seperti wilayah XIII Koto Kampar, di Kecamatan Lubuk Jambi, Kuantan Singingi,” terang Edy.
“Di titik-titik ini juga kerap terjadi banjir. Dan ini perlu di waspadai bagi para pemudik,” terangnya.
Untuk di jalan lintas nasional penghubung Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga diwaspadai akan terjadinya longsor akibat abrasi.
Lebih lanjut, Edy menerangkan titik lokasi rawan terjadinya banjir adalah pada Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir.
“Kalau banjir pasang besar air laut atau rob, itu biasanya di daerah pesisir,” sebut Edy.
Edy juga menyebutkan, yang perlu diantisipasi selain pemudik di jalur darat, juga bagi pemudik di jalur laut. Menurut dia, cuaca beberapa hari terakhir hingga awal Mei 2022 diperkirakan akan tidak menentu.
Disarankannya, agar pemudik memilih waktu-waktu dalam perjalanan sehingga terhindar dari bahaya yang mengancam.
“Itu tetap harus diwaspadai, dengan terus memantau perkembangan dan prediksi cuaca dari BMKG sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran 2022 ini,” tutup Edy. []