Misteri Malam Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan

ARASYNEWS.COM – Malam Lailatul Qadar berdasarkan banyak pendapat merupakan malam penuh ampunan dan lebih baik dari 1.000 bulan. Berdasarkan riwayat pula, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang diberkahi.

Pada malam ini, Allah SWT memberikan berkah dan rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang beribadah dengan tulus.

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang membuat ibadah lebih berharga. Pada malam ini, ibadah yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang lebih besar dari pada ibadah yang dilakukan pada malam lainnya.

Mengapa lailatulqadar begitu istimewa? Pasti jawabannya adalah, karena malam itu lebih baik dari seribu bulan, di mana para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun untuk mengatur segala urusan.

Jawaban itu tentu saja benar karena begitulah firman Allah dalam Surah al-Qadr. Tapi, kita mungkin akan terus bertanya: mengapa malam itu begitu diistimewakan oleh Allah sehingga nilainya beribu kali lipat dari malam biasa?

Dalam kisah sejarahnya, Lailatulqadr adalah malam ketika Allah pertama kali menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril (QS al-Baqarah:85; QS al-Qadr:1-5).

Peristiwa ini merupakan titik pisah antara masa lalu dan masa depan. Turunnya wahyu pertama ini menandai transformasi dalam ranah spiritual, sosial, dan intelektual.

Wahyu pertama ini menandai dimulainya sejarah kemanusiaan baru. Peristiwa ini meletakkan dasar bagi agama yang akan menyebar dengan cepat di seluruh dunia dan berkontribusi signifikan terhadap pencerahan manusia. Inti dari seluruh transformasi kemanusiaan dan peradaban ini adalah peristiwa turunnya wahyu pertama di salah satu malam di bulan Ramadhan, yang disebut lailatulqadr.

Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, menyimpan misteri besar, yang salah satunya Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini waktunya dirahasiakan Allah SWT, mengajak umat Islam untuk meningkatkan ibadah di setiap malam Ramadhan.

Sebagian besar ulama berpendapat, Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil terutama pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, yakni tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29.

Jatuh pada malam Jum’at

Banyak juga yang penasaran, apakah Lailatul Qadar selalu jatuh pada malam Jum’at. Sebab, Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari yang memiliki banyak keistimewaan.

Jika melihat kalender hijriah 1446 ini, maka malam Jum’at nanti bertepatan dengan malam ke-21 Ramadhan.

Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam kajiannya menegaskan tidak ada hadits shahih yang menyatakan Lailatul Qadar jatuh pada malam Jum’at. Namun, Rasulullah SAW memberikan sinyal bahwa Lailatul Qadar hadir di malam-malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan.

Ustadz Adi Hidayat (UAH) tak menampik ada pemahaman di masyarakat yang menyebut Lailatul Qadar terjadi pada malam Jum’at. Namun tidak ada dalil yang secara spesifik menyatakan hal itu.

“Tidak ada hadis shahih yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar pasti terjadi di malam Jumat. Namun, yang pasti ia terjadi di 10 malam terakhir Ramadhan,” ujar UAH dalam kajian yang dikutip dari kanal YouTube @AdiHidayatOfficial.

Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim).

UAH menekankan pentingnya meningkatkan ibadah di setiap malam terutama pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Namun jangan hanya menunggu satu malam saja, karena Allah SWT Maha Kuasa menentukan kapan Lailatul Qadar terjadi.

Pendapat ulama

Mayoritas ulama sepakat Lailatul Qadar berada di 10 malam terakhir Ramadhan, khususnya malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29). Namun, perbedaan pendapat tetap ada.

Sebagian ulama meyakini Lailatul Qadar jatuh di malam ke-27, berdasarkan riwayat dari Ubay bin Ka’ab. Pendapat lain menyebutkan Lailatul Qadar bisa berpindah-pindah setiap tahunnya di antara malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan.

Ada pula yang berpendapat Lailatul Qadar bisa terjadi di malam apa pun di bulan Ramadhan. Namun, pendapat ini butuh dalil yang lebih kuat untuk mendukungnya.

Kepastian dan Kapan Lailatul Qadar

Kepastian serta keutamaan malam ini tertuang dalam firman Allah SWT,
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3)

Menariknya, dalam ayat ini, kata Lailatul Qadar disebut tiga kali secara berurutan. Hal ini menegaskan keagungan dan kemuliaannya, sehingga maknanya lebih mendalam dan meresap ke dalam hati kita.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:”Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari & Muslim).

Pada malam Lailatul Qadar tersebut, Allah SWT mengabulkan doa-doa hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ “Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Rasulullah ﷺ juga tidak pernah menyebutkan waktu atau tanggal pastinya, hanya memberi petunjuk bahwa ia berada di sepuluh malam terakhir dan lebih mungkin terjadi pada malam-malam ganjil.

Syekh Ali Jumah, ulama besar dari Mesir mengatakan bahwa Lailatul Qadar tidak dapat diketahui secara pasti karena kebijaksanaan Allah SWT. Menurutnya, Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah, sebagaimana Dia menyembunyikan waktu mustajab di hari Jumat dan sejumlah waktu afdhal lainnya.

Pada malam&malam terakhir sebaiknya diisi dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, bershalawat, tasbih, istighfar, serta melakukan i’tikaf.

Jika tidak bisa beri’tikaf di masjid, kita tetap bisa beribadah di rumah dengan penuh kekhusyukan. Yang terpenting bukanlah tempatnya, melainkan keikhlasan dan kualitas ibadah kita.

Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, jika aku menemui Lailatul Qadar, doa apa yang sebaiknya aku panjatkan?” Rasulullah menjawab: “Bacalah: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi).

Rasulullah SAW senantiasa meningkatkan ibadahnya pada 10 malam terakhir Ramadhan dengan lebih bersungguh-sungguh. Dari Aisyah RA, beliau berkata: “Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah ﷺ mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjadi bukti bahwa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan memiliki keutamaan dibanding hari-hari lainnya dalam hal peningkatan ketaatan dan ibadah, termasuk salat, zikir, dan membaca Al-Qur’an.
Sebagai penutup, mengutip nasehat mufti Mesir Nazir Mohammed Ayyad, bahwa Lailatul Qadar bisa terjadi pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir Ramadan. Maka Jangan lewatkan kesempatan ini. Bersungguh-sungguhlah dalam shalat, doa, istighfar, dan qiyamullail.

Sebelum Ramadhan berlalu, mari kita manfaatkan momen ini sebaik-baiknya. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Amin.

Tentang kapan dan bagaimana cara agar meraih malam mulia Lailatul Qadar yang kehadirannya penuh misteri sebab tidak semua orang di dunia ini yang mampu menjumpainya. Hanya orang-orang terpilih yang benar-benar mendapatkannya.

[]

You May Also Like