Lima Gunung di Indonesia Serempak Meletus

ARASYNEWS.COM – Sepekan terakhir gunung-gunung api yang ada di Indonesia erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik. Dan dalam data yang dikutip dari PVMBG, ada sebanyak lima gunung yang serempak meletus pada Kamis (7/11/2024) kemarin dan juga dengan waktu yang hampir sama.

Adapun gunung-gunung api tersebut adalah gunung Lewotobi Laki-laki, gunung Semeru, gunung Marapi, gunung Ibu, dan gunung Dukono. Sedangkan jarak antara gunung-gunung yang ada di Indonesia tersebut cukup jauh.

Lima gunung tersebut juga telah naik status ke Siaga. Dan PVMBG juga telah menyampaikan pengumuman untuk menjauhi kawah lebih dari 4,5 kilometer dari kawah.

Gunung Marapi

Status Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, naik dari level II (waspada), menjadi level Ill (siaga) terhitung 6 November 2024 pukul 15.00 WIB.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Agam dan Tanah Datar berada dalam kawasan rawan bencana Gunung Marapi.

Diketahui, Kawasan Rawan Bencana (KRB) merupakan istilah dalam peringatan kebencanaan gunung api.

Pasca penetapan status level siaga, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 dari pusat erupsi.

Terkait hal itu, perlu mengenali daerah yang berada dalam KRB Gunung Marapi. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2016, KRB gunung api adalah kawasan yang pernah terlanda atau diidentifikasi berpotensi terancam bahaya erupsi gunung api baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dilansir dari laman BNPB, KRB terdiri dari tingkatan KRB III, KRB Il, dan KRB I. Berikut penjelasannya!

KRB III

KRB III (zona merah) adalah kawasan yang sangat berpotensi atau sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik, gas beracun maupun guguran batu pijar. Pada kawasan ini, siapa pun tidak direkomendasikan untuk membuat hunian tetap dan memanfaatkan wilayah untuk kepentingan komersial. Kawasan ini meliputi daerah puncak dan sekitar.

KRB II

KRB II (Zona merah muda) adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, lontaran batu (pijar) dan guguran lava, hujan abu lebat, hujan lumpur panas, aliran lahar, dan gas beracun.

Total 361 kali letusan Gunung Marapi terjadi sejak Januari hingga Oktober 2024. Sementara di November terdata sebanyak 3 kali letusan hingga Kamis, 7 November 2024.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid melalui keterangan tertulisnya mengatakan rangkaian erupsi atau letusan secara tidak kontinyu masih berlanjut sampai saat ini sebagai akibat dinamika naik turunnya pasokan fluida dari kedalaman tubuh gunung api yang teramati, utamanya dari fluktuasi tinggi kolom abu erupsi maupun kegempaan.

Secara visual, selama beberapa waktu terakhir aktivitas Gunung Marapi cenderung meningkat. Aktivitas hembusan dan letusan semakin intensif di mana tinggi kolom abu erupsi teramati 2.000 meter di atas puncak pada 27 Oktober 2024, dan 1.500 meter di atas puncak pada 6 November 2024 pukul 05.44 WIB.

Kemudian secara kegempaan sejak 7 Oktober 2024 terdapat kecenderungan peningkatan terutama gempa vulkanik dalam (VA) yang berasosiasi dengan peningkatan pasokan fluida dari kedalaman. Kenaikan kegempaan ini juga selaras dengan adanya deformasi inflasi di bagian puncak Gunung Marapi. []

You May Also Like