Kisah Dibalik Hutan Si Kafir dan Banyak Ditemukan Bebatuan dan Puluhan Goa

ARASYNEWS.COM – Di kabupaten Rokan Hulu (Rohul) provinsi Riau memiliki kawasan hutan yang luas dan lebat, bahkan juga ada satu kawasan yang cukup dikenal dan ada kisah dengan penamaannya.

Masyarakat mengenal dengan nama ‘Huta Rimba Si Kafir’. Lokasinya berada di kawasan desa Lawan, kecamatan Rambah.

Kawasan hutan ini sejak tahun 2002 ditetapkan sebagai kawasan wisata oleh pemerintah kabupaten Rohul.

Kawasan ini terbuka bagi umum, bahkan juga ada pemandu yang siap menemani pengunjung untuk berkeliling.

Kawasan hutan ini masih alami dan hijau. Ada gerbang masuk dan jalan setapak hingga menuju atas bukit. Dalam perjalanan ada juga warung-warung yang dapat dimanfaatkan untuk tempat beristirahat.

Di kawasan Huta Rimba Si Kapir ini diketahui ada lebih dari 30 goa yang berukuran besar dan kecil. Goa dikawasan ini memiliki nama sesuai dengan bentuk dan kondisi. Diantaranya adalah goa Tembus, goa Batu Bergantung, goa Batu Bulan, goa Kelinci, goa Lorong Tupai, goa Lorong Marmut, goa Gasing, goa Pelangi, goa Lepong, goa Mata Dewa, dan goa Penjara Bawah Tanah.

Dikawasan hutan ini juga dapat ditemui batu-batu berukuran besar dan ada juga yang berbentuk kapal.

Dari cerita masyarakat, penamaan kawasan Huta Rimba ini bermula dari bahasa Mandailing yang artinya adalah rumah dan hutan.

Sedangkan Si Kapir, diambil dari sebutan seorang raja berdarah Tapanuli bernama Porkas.

Menurut legenda, Porkas mendirikan kerajaan di daerah yang diberi nama Pasirpengaraian, yang saat ini dikenal sebagai nama Ibukota kabupaten Rokan Hulu.

Dari kisah, kerajaan ini memiliki harta yang berlimpah berupa emas. Hal itu karena daerah ini dahulunya kaya akan emas dan butiran pasir.

Sedangkan nama Pasir Pangaraian, dalam bahasa Mandailing berarti mendulang pasir emas.

Disebutkan juga, karena kekayaan itu membuat sang raja sangat zalim kepada rakyatnya. Ia memerintahkan semua rakyatnya mendulang emas dan membayar upeti untuknya. Dan bagi rakyat yang tidak menuruti maka akan dipenjara atau juga dihukum gantung.

Rakyat yang teraniaya ini memohon kepada Tuhan agar terbebas dari kekejaman raja dan para pengikutnya.

Permohonan rakyat ini terkabul. Hujan badai turun dengan lebat hingga terjadi banjir besar. Banjir bandang pun terjadi meneggelamkam kerajaan milik Porkas. Ia dan pengikutnya melarikan diri ke hutan rimba.

Batu-batu dengan berbagai macam bentuk ini diyakini adalah sisa-sisa milik raja yang ikut tenggelam

Kawasan Huta Rimba Si Kafir ini memiliki beraneka macam tumbuh-tumbuhan yang bernilai ekonomis tinggi, seperti kulim, rotan, kunyit, kuras, gambir, baharu, dan kayu putih.

Kawasan ini juga sebagai habitat satwa yang dilindungi, seperti beruang, badak, monyet, dan berbagai jenis burung.

[]

You May Also Like