ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Kementerian Agama menerbitkan surat edaran terkait libur dan pengaturan jam belajar serta pembelajaran selama bulan Ramadhan 1445 H /2024 M.
Surat edaran ini ditujukan kepada siswa-siswi madrasah di provinsi Riau, melalui Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah.
Edaran ini ditujukan kepada para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia untuk disampaikan kepada seluruh Kepala Madrasah, baik Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA).
“Pembelajaran diliburkan pada hari pertama puasa Ramadhan. Ini tentunya mengikuti ketetapan pemerintah berdasarkan hasil Sidang Isbat awal Ramadan 1445 H,” kata Direktur KSKK Madrasah, M Sidik Siadiyanto, dalam informasi yang dikutip.
Sidik menyebutkan, pembelajaran dimulai kembali pada hari kedua Ramadhan.
Berikut edaran pembelajaran madrasah selama Ramadan 1445 H:
Pertama, Kegiatan pembelajaran tanggal 1 Ramadhan 1445 H/2024 M diliburkan (awal Ramadan menunggu ketetapan dari Pemerintah). Siswa masuk pembelajaran hari kedua Ramadhan 1445 H;
Kedua, Libur permulaan dan akhir bulan Ramadhan, libur dalam rangka Hari Raya Idul Fitri dan libur umum, disesuaikan dengan keputusan Pemerintah;
Ketiga, Kegiatan Pembelajaran selama bulan Ramadhan diarahkan untuk peningkatan keimanan, ketakwaan, pendalaman, pemahaman, dan keterampilan ibadah.
Keempat, Selama bulan Ramadhan, setiap madrasah dapat menyelenggarakan program bimbingan ibadah Ramadhan dan penguatan kompetensi beragama yang terkait dengan pelaksanaan puasa misalnya Pesantren Ramadhan atau aktivitas pembinaan keagamaan lainnya.
Kelima, Pengaturan jam belajar selama bulan Ramadhan diatur oleh Kepala Madrasah, menyesuaikan dengan ketetapan dari pemerintah dan/atau daerah;dan
Keenam, Mohon segera disosialisasikan ke seluruh Kantor Kemenag Kab/Kota dan madrasah di daerah kerja masing-masing untuk dipedomani sebagaimana mestinya.
Lebih lanjut, Sidik berpesan agar menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk pengembangan dan penguatan akhlak peserta didik.
“Ramadhan justru harus semangat dan motivasi serta berlomba untuk mencapai tujuan utama yakni insan yang bertaqwa,” pungkasnya. []