ARASYNEWS.COM, PADANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) merencanakan membangun jalan alternatif untuk rute Padang-Solok. Jalan ini nantinya akan bisa dilalui untuk mobilitas orang dan barang sebagai solusi menghindari jalan di Kawasan Sitinjau Lauik yang kerap longsor dan memakan korban.
“Rencana pembangunan jalan tembus dari Lubuk Minturun, Padang menuju Paninggahan, Solok itu sudah ada sebelumnya. Namun terhenti karena sebagian jalur masuk kawasan hutan lindung. Sekarang kita coba jajaki kembali,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Senin (5/9/2022) usai melakukan kunjungan ke kawasan tersebut.
Mahyeldi menambahkan, jalan baru itu memiliki nilai strategis untuk perekonomian Sumbar.
“Jika dibandingkan dengan jarak Padang-Solok via Sitinjau Lauik, jaraknya tidak berbeda terlalu jauh sehingga bisa menjadi alternatif bagi transportasi barang dan orang yang melewati lintas tengah Sumatera,” kata orang nomor satu di Sumbar ini.
“Terlebih lagi, saat ini kondisi jalan di Sitinjau Lauik sering terjadi longsor. Dan ini yang membuat akses jalan seringkali tertutup sehingga transportasi terganggu,” terangnya.
Jalan alternatif ini selain mempermudah menuju Solok atau sebaliknya, juga akan mempermudah transportasi darat Padang menuju Jambi, Palembang, Lampung, dan Jakarta.

Untuk Jalan Sitinjau Lauik
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama OPD terkait telah meninjau lokasi longsor di kawasan Sitinjau Lauik yang menutup akses jalan.
Dikatakan Mahyeldi, Pemprov Sumbar juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian kehutanan dan kementerian PUPR, karena akan lakukan pelebaran jalan dan memangkas bukit di kawasan tersebut
“Kawasan ini merupakan kewenangan di Pemerintahan Pusat, jadi kita komunikasikan agar bisa segera ditindaklanjuti,” ungkap Mahyeldi, usai peninjauannya pada akhir bulan Agustus kemarin.
Menurut Mahyeldi, hasil dari rapat beberapa kali dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) III Kementerian PUPR. untuk mengantisipasi potensi longsor di kawasan yang menghubungkan Padang-Solok tersebut.
“Yang penting jalan ini bisa dilalui, masyarakat aman dan tidak boleh terhambat. Kalau transportasi terhambat, perekonomian kita akan berpengaruh,” kata dia
Untuk itu, Gubernur mengharapkan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional bisa melihat dimana titik-titik yang beresiko, sehingga nantinya perlu dilakukan langkah-langkah strategis jangka panjang.
Menanggapi apa yang disampaikan Gubernur Sumbar, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar Syahputra A Gani mengatakan, siap langsung bekerja dan tentunya selalu berkoordinasi dengan Pemprov, BKSDA dan pihak lainnya demi kepentingan bersama. []