Ini Daftar Titik Macet dan Rawan Longsor Jalur Sumatera Barat via Darat

ARASYNEWS.COM – Untuk libur lebaran tahun 2022 ini, pemerintah provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memprediksi akan terjadi lonjakan pemudik yang masuk ke wilayah Sumbar.

Diprediksikan, jumlah pemudik akan mencapai 1,8 juta orang dengan tambahan 500 ribu unit kendaraan. Hal ini lantaran jalur darat lebih diminati dibandingkan jalur udara karena telah dibukanya banyak jalur tol. Selain itu jalur darat masih menjadi pilihan karena terjadinya lonjakan harga tiket pesawat.

Untuk mengantisipasi nakal terjadinya kemacetan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar Heri Nofiardi mengatakan, pihkanya bersama instansi terkait akan bertugas 24 jam di sejumlah ruas jalan di titik-titik kemacetan.

“Berkaca dari tahun-tahun lalu, bakal terjadi banyak kemacetan. Penumpukan kendaraan bakal terjadi dan bertambah dari yang sebelumnya terjadi,” kata Heri, dalam keterangannya.

“Selain kendaraan pribadi, bus, kendaraan barang dan truk bakal memadati berbagai ruas jalan di Sumbar. Dan untuk itu diimbau agar masyarakat mengambil jalur lain yang ada untuk mencapai tujuannya,” imbaunya.

Dalam keterangannya, beberapa ruas jalan yang kerap terjadi kemacetan adalah:

  1. Lintas barat dari arah Selatan atau Bengkulu, diprediksi terjadi kemacetan pada kawasan Pesisir Selatan, yakni pada daerah Tarusan, Bungus, Teluk Kabung dan Gaung.
  2. Lintas tengah dari arah Jambi, kemacetan diprediksi pada kota Solok, pertigaan Lubuk Selasih, Sitinjau Lauik, dan Indarung.
  3. Lintas utara dari arah Sumatera Utara, diprediksi terjadi kemacetan akan mulai ditemui pemudik dari Bonjol, Bukittinggi. Kemudian Pasaman.
  4. Lintas timur dari arah Riau, pemudik bakal mulai mengalami kemacetan dari Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang dan Lubuk Alung. Dan untuk menghindari kemacetan, diimbau melewati jalur Batusangkar atau Baso.

Selain itu, jalur antara Bukittinggi-Padang paling kerap terjadi kemacetan dan rawan akan kecelakaan. Karena kondisi jalan yang menurun dan banyak tempat-tempat wisata yang bakal menjadi sasaran pemudik.

Ia mengimbau, agar pemudik bijak dalam menentukan waktu perjalanan agar tidak terjebak kemacetan. Dan perjalanan malam hingga dini hari sangat dianjurkan.

Lebih lanjut, untuk titik longsor yang kerap terjadi via jalur darat dari arah selatan adalah di kawasan Mandeh Bungus Teluk Kabung.

Kemudian dari arah Solok, adapun lokasi rawan longsor adalah di kawasan bebukitan setelah Kota Sawahlunto. Kemudian di titik rawan longsor lainnya juga terdapat di Sitinjau Lauik.

Di sisi lain, jalur mudik dari arah Solok Selatan pun demikian. Ada beberapa titik rawan longsor yang di antaranya adalah Sangir, dan Alahan Panjang.

Jalur mudik dari arah timur merupakan kawasan dengan titik longsor terbanyak di Sumbar. Jika pemudik datang dari arah Pekanbaru, bebukitan di kawasan Pangkalan hingga setelah Kelok Sembilan perlu diwaspadai. Tak jarang, dua lokasi itu longsor ketika hujan deras mengguyur Sumbar.

Kemudian jika pemudik datang dari arah Kabupaten Pasaman, pebukitan kawasan Bonjol dan Kumpulan adalah yang paling rawan. Titik rawan longsor lainnya terdapat di Silaiang, Kelok 44 dan Malalak.

Tiga kawasan ini merupakan jalur yang sering dimanfaatkan untuk mengakses Padang Pariaman.

Selain itu, bebukitan kawasan Talu antara Pasaman dan Pasaman Barat juga rawan.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar tidak melewati jalur Malalak, karena hingga kini jalur ini kerap terjadi longsor meskipun tidak turun hujan. []

You May Also Like