ARASYNEWS.COM – Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 74
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
ṡumma qasat qulụbukum mim ba’di żālika fa hiya kal-ḥijārati au asyaddu qaswah, wa inna minal-ḥijārati lamā yatafajjaru min-hul-an-hār, wa inna min-hā lamā yasysyaqqaqu fa yakhruju min-hul-mā`, wa inna min-hā lamā yahbiṭu min khasy-yatillāh, wa mallāhu bigāfilin ‘ammā ta’malụn
Artinya: Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
Dikutip dari Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 Hijriah, menjelaskan tentang surah ini.
“Kemudian hatimu menjadi keras”. Adapun maksudnya mengeras dan menebal hingga nasihat tidak mampu berpengaruh padanya “setelah itu”, maksudnya, setelah Allah memberikan nikmat atas kalian dengan nikmat-nikmat yang besar dan memperlihatkan kepada kalian ayat-ayatNya, dan seharusnya tidaklah patut hati-hati kalian menjadi keras, karena apa yang kalian saksikan sendiri seharusnya menimbulkan kelembutan hati dan ketundukannya.
Kemudian Allah menerangkan tentang kekerasan hati mereka yaitu bahwasanya ia, ”seperti batu” yang lebih keras daripada besi, karena besi dan timah apabila dibakar dalam api, niscaya akan meleleh, berbeda dengan batu.
Dan firmanNya, “atau lebih keras lagi, ” maksudnya bahwa ia tidaklah terbatas hanya sekeras batu, dan (atau) di sini tidaklah bermakna (bahkan). Kemudian Allah menyebutkan tentang keutamaan batu atas hati mereka seraya berfirman, “padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah.”
Maka dengan sifat-sifat itu, batu itu melebihi keutamaan hati mereka.
Kemudian Allah mengancam mereka dengan ancaman yang paling keras seraya berfirman, “dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan” , bahkan Allah sangat mengetahuinya, menghafalnya, baik kecil maupun besar, dan kalian akan di beri balasan atas perbuatan kalian dengan balasan yang paling sempurna dan paling penuh.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur’an Univ Islam Madinah, juga memberikan penerangan tentang ayat dalam surah ini.
Allah berfirman sembari mecela dan menegur Bani Israil atas atas apa yang telah mereka saksikan dari tanda-tanda kebesaran Allah dan tindakanNya menghidupkan orang mati: (Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras) secara keseluruhan (seperti batu) yang tidak pernah lunak.
Oleh karena itu, Allah melarang orang-orang mukmin untuk menjadi seperti mereka.
Allah berfirman, (Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik (Surah Al-Hadid)
Dari Ibnu Abbas berkata bahwa ayat (Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah) memiliki makna yaitu ada batu-batu yang menjadi lembut karena hati mereka menerima kebenaran yang kalian serukan. (Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan)
Firman Allah : Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya. Diartikan yaitu seperti mata air yang keluar dari bebatuan. (dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya) seperti batu nabi Musa yang memancarkan sebanyak dua belas mata air ketika dipukul dengan seizin Allah. (dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah) yaitu dari puncak-puncak gunung. Hal ini seperti ucapan seseorang, “satu gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya”.
Dalam hadits sahih yang lainnya, terdapat keterangan “Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kami juga mencintainya” dan seperti kerinduan batang pohon yang terus-menerus memberitahunya.
Ibnu Jarir mengatakan: makna dari ayat ini adalah bahwa ada sebagian dari hati mereka yang sekeras batu dan ada sebagian lagi yang lebih keras daripada batu.
Adapun makna ayat: Akan tetapi hati kalian justru menjadi keras dan membatu bahkan lebih keras lagi dari batu karena hati kalian tidak bisa lembut, lunak, dan merasa khusyu’. Berbanding terbalik dengan bebatuan, ada diantaranya yang memancarkan mata air, ada juga yang jatuh karena merasa takut kepada Allah Ta’ala seperti bukit Thursina yang berguncang tatkala Allah menampakkan diriNya, begitu juga seperti berguncangnya gunung Uhud tatkala berada di bawah kaki Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.
Kemudian Allah Ta’ala memberikan peringatan keras bahwasanya Dia tidak pernah lalai atas kelakuan kalian ketika melakukan dosa-dosa, dan akan membalas kalian dengan balasan yang setimpal jika kalian tidak bertaubat kepadaNya dan kembali ke jalan yang benar.
[]
Referensi: tafsir web