ARASYNEWS.COM – Gunung Marapi masih berstatus level III (Siaga). Tercatat gunung masih mengalami erupsi sejak 3 Desember 2023 hingga kini. Aktivitas gunung meningkat menurun dengan mengeluarkan abu vulkanik dari kawah verbek.
Pada Ahad (3/3/2024) sekitar pukul 17.00 wib, Abu vulkanik keluar dari kawah dan turun melereng gunung. Terlihat menuju ke arah Selatan. Kondisi ini terjadi saat hujan turun di kawasan gunung Marapi di kabupaten Tanah Datar.

Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, erupsi Gunung Marapi dalam sepekan terjadi sebanyak 32 kali. Terkadang visual tidak teramati karena tertutup awan dan kabut. Terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 10,4 milimeter dan durasi 81 detik pada Ahad malam pukul 21.37 wib.
Masyarakat yang bertani dan berladang di bagian selatan gunung banyak yang mengeluh akibat abu vulkanik menyerang tanaman pertanian mereka.
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Marapi di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 3 Maret 2024 pukul 12.00-18.00 WIB menunjukkan terjadi 12 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,7-9 milimeter dan lama gempa 25-114 detik. Kemudian, 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5-1,5 milimeter dominan 1 milimeter.
PVMBG masih terus menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Selama tahun 2024, MAGMA Indonesia telah merekam 347 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Marapi di Sumatera Barat paling banyak erupsi dengan 111 kali letusan. []