ARASYNEWS.COM, KAMPAR – Terekam kamera video warga, turis asing melakukan aktivitas berjemur dan berenang di objek wisata danau Rusa PLTA Koto Panjang Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau.
Rekaman itu pun viral dan mendapat berbagai komentar di media sosial.
Beberapa turis itu melakukan aktivitas di tepi danau yang berpasir itu. Terlihat ada yang berjemur dan ada yang berenang. Beberapa diantaranya mengenakan pakaian renang yang agak minim.
Diketahui, kawasan itu tidak dilabeli sebagai kawasan wisata syar’i. Dan pada saat itu, kawasan itu juga tidak terlalu ramai dikunjungi wisatawan.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kampar, Afdal memberikan tanggapan.
“Peristiwa tersebut bersifat insidental dan baru pertama kali terjadi di kawasan wisata tersebut,” kata Afdal, dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (10/2).
“Pada saat kejadian, kawasan itu hanya dua hingga tiga petugas yang berjaga. Yang lainnya sedang melakukan aktivitas di lokasi lain. Jadi tamu tersebut seakan tidak terpantau,” ungkapnya.
“Kejadian itu sudah terjadi dan tentu ini tidak kita harapkan terjadi lagi,” katanya.
Tentang itu, ia mengaku kecolongan pengawasan dan bukan disengaja oleh pihak pengelola.
Dan untuk selanjutnya, Disparbud Kampar akan menginstruksikan petugas di lapangan agar lebih aktif memberikan imbauan kepada seluruh pengunjung terkait norma dan etika yang berlaku di kawasan wisata, baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal.
Untuk viralnya kawasan Danau Rusa, dikatakannya, akan dapat meningkatkan ketertarikan wisatawan dari berbagai daerah dan menjadi peluang pengembangan wisata di kabupaten Kampar.
“Ini sebenarnya potensi. Wisatawan asing bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan wisatawan lokal. Tinggal bagaimana pengelolaannya dilakukan secara bijak,” imbuhnya.
Menurut Afdal, pengembangan pariwisata di Kampar harus tetap menjaga norma, adat dan budaya setempat. Pemberlakuan ini berlaku bagi seluruh pengunjung.
[]