Data Harian Tercatat 1.428 Kasus Hari ini, Jubir Satgas: Kemungkinan Varian Delta

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Provinsi Riau mencatat penambahan kasus baru Covid-19 pada hari ini, Selasa (27/7/2021) bertambah sebanyak 1.428 kasus. Penambahan ini menjadi rekor terbaru kasus harian terbanyak selama pandemi Covid-19 di Riau.

Atas penambahan ini, menempatkan Riau dalam urutan kedelapan penyumbang kasus terbanyak. Sementara di pulau Sumatera, Riau berada di posisi pertama penambahan kasus harian terbanyak.

Adapun dalam data daei Dinkes Provinsi Riau, dengan penambahan pada hari ini, sehingga total kasus positif Covid-19 di Riau menjadi 90.672 kasus.

Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan sembuh pada hari ini bertambah 661 pasien, sehingga totalnya menjadi 78.394 orang.

Untuk kasus kematian akibat Covid-19 untuk hari ini tercatat sebanyak 35 pasien, sehingga total jumlah yang tercatat telah sebanyak 2.451 pasien.

Dalam keterangan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi mengatakan bahwa tingginya kasus penambahan beberapa hari belakang dimungkinkan akibat masuknya varian Delta. Akan tetapi, dikatakannya, tentang ini, pihaknya belum menerima kabar dari Kementerian Kesehatan pusat.

“Secara epidemiologi, berkemungkinan besar varian Delta. Tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan Litbangkes. Kemungkinan hasil pemeriksaan nanti di akhir bulan Juli,” sebut dr Indra Yovi, Selasa (27/7).

Ia menjelaskan, kesimpulan sementara ini akibat terjadi peningkatan angka harian kasus Covid-19. Dan dijelaskannya, varian Delta ini bisa menular lebih cepat dari satu orang ke yang lainnya.

“Saat ini angka kematian setiap harinya juga diatas 20 orang. Jika dikalikan setiap jamnya maka kasus kematian di Riau, khususnya di Pekanbaru mencapai 1 sampai 2 orang per jamnya. Kemudian untuk jumlah ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit yang ada di Riau sudah diatas 70 persen, termasuk ruang ICU juga diatas 90 persen,” jelasnya.

“Dasar inilah yang menjadi gambaran bagi kita,” imbuhnya.

“Ini patut menjadi kekhawatiran kita bersama. Tapi, apapun itu, pada prinsipnya, untuk saat ini yang diutamakan adalah menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker dan menghindari kerumunan. Insya Allah terlindungi,” pungkasnya. []

You May Also Like