Pada tubuh buaya ditemukan bekas tusukan dan ada sampah dalam perutnya
ARASYNEWS.COM – Seekor buaya muara berukuran raksasa menjadi sorotan setelah dievakuasi dari warga di Desa Sungai Undan. Buaya yang dinamai dengan “Si Undan” ini ditangkap warga pada 31 Oktober 2025.
Buaya seberat 585 kg itu akhirnya mati setelah bertahan hidup di tempat penangkaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil.
Hewan itu banyak dikunjungi dalam penangkarannya untuk mengetahui keberadaan hewan berukuran raksasa itu.
Tapi, ternyata buaya itu mencoba bertahan hidup dalam kondisi yang terluka yang berat. Ia mendapat perawatan karena ada tiga luka bekas tombakan tajam, dua luka dibagian bawah sedalam 17 cm dan 8 cm, serta satu luka di bagian kaki depan kanan sedalam 15 cm.
Dalam perawatan di penangkaran, buaya itu tidak pernah mau makan. Dua ekor ayam yang disiapkan sebagai pakan tidak disentuhnya sama sekali.
Meski telah dirawat intensif, kondisi tubuhnya terus melemah. Selama 19 hari mendapat perawatan, hingga akhirnya pada 20 November 2025 buaya raksasa itu akhirnya mati akibat infeksi luka yang didapatnya.

Yang mengejutkan justru mengungkapkan fakta. Saat dilakukan pembedahan untuk penelitian yang dilakukan petugas medis ditemukannya yang tak terduga di dalam perutnya. Ada sampah-sampah plastik, ada serpihan kaca, potongan limbah, hingga sebuah pisau kecil. Tidak ada makanan yang sepatutnya. Perutnya yang hampir kosong ini menandakan satwa ini telah lama kelaparan dan bergerak mencari makan di aliran sungai yang tercemar dan terpaksa menelan benda apapun yang ada di air.
Sementara itu, Kepala DPKP Inhil, Junaedi Ismail, menyebutkan bahwa setiap sampah yang dibuang ke sungai dan aliran air sembarangan tentu mencemari dan berdampak pada satwa dan juga bagi manusia.
Dikatakannya, ada kantong plastik, sedotan, tutup botol, karing goni, pecahan kaca, hingga batu kerikil di dalam perutnya. Ini menjadi bukti nyata betapa seriusnya ancaman sampah bagi ekosistem sungai.
Selanjutnya, satwa itu telah dikirim ke lembaga konservasi di Jakarta untuk proses preparasi sebagai bahan penelitian.
[]
Sc. Riau pos