ARASYNEWS.COM – Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang telah sebanyak 187 gempa terjadi di wilayah Pasaman dan Pasaman Barat. Selain itu tercatat juga telah terjadi gempa-gempa susulan lainnya di wilayah Sumatera Barat. Gempa-gempa ini adalah gempa dangkal yang terjadi.
Hasil terbaru yang disampaikan BMKG mengatakan pasca gempa M 6.2 di Kabupaten Pasaman Barat yang terjadi pada Jum’at (25/2/2022) lalu, ditemukan patahan baru.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers perkembangan pascagempa Pasbar lewat zoom meeting, Selasa (1/3/2022) mengatakan patahan yang ditemukan berada di sekitar Gunung Talamau di Pasaman Barat. Ia mengatakan selama ini belum pernah teridentifikasi karena belum ada rekaman data seismisitas atau kegempaannya.
“Memang selama ratusan tahun, patahan itu tidak diperhitungkan karena tidak teridentifikasi. Baru kemarin saat gempa terekam data-data seismik di sana,” ungkap Dwikorita, Selasa (1/3).

Informasi patahan baru ini penting disampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk upaya mitigasi bencana ke depannya.
BMKG melakukan pemetaan mikro dan makro seismik pascagempa di Pasbar. Dengan adanya patahan baru ini, maka zona kerentanan gempa bumi dilakukan penyempurnaan.
“Selama ini di situ dianggap tidak membahayakan, sekarang menjadi zona merah. Artinya, berpotensi mengalami guncangan gempa dengan intensitas MMI yang tercatat hingga VIII. Tingkat skala guncangan yang bisa mengakibatkan bangunan rumah roboh,” terang Dwikorita.
“Memang saat ini aktivitas gempa susulan sudah melemah. Kekuatannya kecil dan dianggap tidak membahayakan lagi. Karena itu, masyarakat yang kondisi rumahnya kokoh dan layak huni sudah bisa kembali ke rumah,” tukasnya.

Hingga Selasa (1/3/2022) pagi, BMKG merekam telah terjadinya 187 lebih gempa susulan dari gempa utama pada Jumat (25/2/2022) lalu.
Kekuatan gempa terus menurun atau melemah. Sebagian besar tidak dirasakan masyarakat karena magnitudo-nya berada di bawah 20 kilometer.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG Rahmat Triyono menambahkan bahwa episenter dan gempa susulan yang terekam oleh pihaknya berada di sekitar Gunung Talamau.
Dijelaskannya, Gunung Talamau atau juga disebut Gunung Ophir adalah gunung tertinggi di Sumatera Barat yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, berdampingan dengan Gunung Pasaman. Gunung ini memiliki ketinggian 2,920 meter dan termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif.
“Di sebelah utaranya, ada Segmen Angkola dari Sumatera Utara yang bisa picu gempa besar M 7.6, kemudian masuk sebagian ke Sumbar di sisi Utara yakni Pasaman, kemudian di bawahnya ada Segmen Sianok dimulai dari Sianok Bukittinggi hingga ke Danau Singkarak, Solok. Namun, panjang dua segmen tersebut tidak sampai ke Talamau,” jelas Rahmat Triyono.
“Hingga kini, BMKG terus memantau apakah itu patahan terusan dari Sianok atau segmen yang baru terbentuk dan selama ini tidak teridentifikasi. Atau apakah sumber yang baru ini terdapat mekanismenya sesar mendatar,” tukasnya. []