Biaya Haji Diusulkan Jadi Rp105 Juta, Harga Tiket yang dari Rp18 Jutaan Jadi Rp36 Jutaan

ARASYNEWS.COM – Untuk biaya perjalanan haji mendatang, Menteri Agama mengusulkan ada kenaikan. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 menjadi sebesar Rp105 juta per jema’ah.

Usulan angka itupun menjadi sorotan dan dianggap terlalu tinggi dan memberatkan Jema’ah Indonesia.

Menteri agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan dan mengusulkan angka perjalanan haji itu kepada DPR RI.

Disisi lain, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Kiai Cholil Nafis juga sudah memberikan saran untuk menekan biaya haji tahun depan. Dan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan sependapat dengan usulan itu.

Lewat akun X pribadinya, @hnurwahid, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyinggung persoalan tiket juga bisa membantu meminimalkan biaya haji.

“Sepakat, itu antara lain yang sudah saya sampaikan langsung saat raker Komisi VIII DPRRI dengan Kemenag, Senin yang lalu. Rasionalisasi/tekan biaya haji juga bisa dengan koreksi harga ticket,” ujarnya menanggapi cuitan Cholil.

Menurutnya, usulan Kemenag soal harga tiket terlalu tinggi. “Kemenag usulkan; Rp36 jutaan. Padahal harga normal ticket Jakarta-Jeddah pp hanya Rp18 jutaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kiai Cholil Nafis melalui akun X pribadinya, @cholilnafis ia mengatakan angka Rp105 juta memang mahal.

“Kenaikan ongkos haji di atas 100 ujat itu termasuk mahal. Kalaupun pemerintah tak mau mensubsidinya tapi ongkosnya ditekan lebih murah lagi,” ujarnya.

Ia lantas menyarankan beberapa cara. Termasuk pengurangan hari pelaksanaan haji bagi Jemaah. “Caranya ialah mengurungi (mengurangi) hari pelaksanaan haji, upamanya hanya 20 hari saja, petugas haji dikurangi jumlahnya, atau makannya lebih murah,” kata Cholil. []

Source: herald

You May Also Like