ARASYNEWS.COM, PADANG – Masyarakat yang akan menikmati pemandangan dan berenang di pantai-pantai di kota Padang akan melihat beberapa bendera yang terpasang. Pemasangan ini dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) kota Padang bersama BPBD kota Padang.
Ada dua pantai yang dipasang bendera berwarna hitam dan berwarna merah. Dan ini bendera-bendera ini memiliki arti.
Untuk warna hitam, menandakan bahwa di sana daerah itu terjadi arus deras dan segala macam (berbahaya). Sementara untuk warna merah merupakan kawasan untuk waspada.
“Warna hitam menandakan merupakan peringatan bagi pengunjung lantai. Sementara, warna merah merupakan kawasan hati-hati berenang,” kata Kabid Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Padang, Diko Eka Putra, dalam keterangannya yang dikutip pada Aabtu (30/4/2022).
Lebih lanjut, untuk sepanjang Batu Grip, kata Diko, pihaknya memasang di seluruh perimeter dengan bendera hitam. Dan ini sebagai penanda untuk tidak mungkin dilakukan aktivitas berenang karena sangat membahayakan.
“Pada tempat-tempat yang terpasang batu grip, ketika ombak datang bisa menghantam batu dan bisa beresiko bagi si perenang,” ucapnya.
Selain itu pihaknya juga akan menempatkan di masing-masing zona dengan dua petugas dari Bala Latihan Wisata Bahari (Balawista).
Balawista merupakan sejumlah orang terlatih dalam bidang evakuasi yang dibina oleh Dispar Kota Padang dan Basarnas.
Petugas dari BPBD tersebut melakukan patroli pantai setiap hari dari tanggal 1 hingga 8 Mei 2022.
Sementara, jadwal piket dari petugas Balawista mulai dari jam 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Kemudian, pada sore dari pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB.
“Mereka sudah mendapatkan pelatihan dari BPBD dan Basarnas terkait pertolongan pertama terhadap korban atau orang tenggelam, khususnya di wilayah Pantai Padang,” pungkas Diko. []