ARASYNEWS.COM – Sebuah batu berukuran yang cukup besar berada di tengah-tengah jalan di perbatasan Padang Panjang menuju kawasan cagar alam Lembah Anai di wilayah kabupaten Tanah Datar. Lokasi yang tertimpa bencana itu dikenal dengan jembatan Kembar
Batu ini ada karena longsor dan banjir bandang yang melanda pada Kamis (27/11/2025) lalu.
Sejak dilakukan evakuasi orang yang tertimbun di kawasan itu, juga dilakukan pembersihan ruas jalan yang tertutup material longsor berupa tanah, lumpur, dan kayu serta bebatuan.
Dari kegiatan evakuasi pasca bencana, terlihat ada empat alat berat yang dikerahkan untuk memindahkan sebuah batu raksasa yang terseret arus galodo. Namun, material itu tetap tak bergeming, seolah tetap ingin berada di tempat itu di tengah-tengah badan jalan.
Proses pemindahan batu itu menjadi tontonan dan bahkan diunggah rekaman videonya ke media sosial.
Ada yang berdecak kagum, ada yang khawatir, dan ada pula yang ingin batu itu tetap berada di situ dan dijadikan monumen bencana.
Fenomena batu raksasa yang tak mampu dipindahkan ini menjadi simbol betapa dahsyatnya kekuatan alam. Banyak warga menyebut batu itu “saksi bisu” galodo yang menghantam wilayah tersebut dan dijadikan monumen peringatan.

Dilain sisi, ada juga yang menyebutkan bahwa selain ukuran batu yang hampir sebesar alat berat excavator, juga mengaku ada melihat bentuk wajah mirip manusia pada permukaan batu tersebut.
“Batunya seperti tampak wajah, hidung, mulut, mata, telinga,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Tak sedikit pula yang mengaitkan fenomena ini dengan kekuatan alam dan spiritualitas.
“Air dengan gampangnya memindahkan batu besar, ini bentuk kuasa Allah SWT,” komentar yang lain.
Sebagian warganet bahkan menyarankan agar batu tersebut dijadikan prasasti atau monumen peringatan bencana.
“Mungkin batu itu gak mau dipindahin, pingin di situ sebagai monumen prasasti bahwa pernah banjir besar di tempat tersebut,” ujar pengguna lainnya.
[]