Banyak Kerbau Warga Mati Mendadak di Kampar, dan Beberapa Diantaranya Dijual dan Dipotong

ARASYNEWS.COM – Peternak di Kabupaten Kampar, Riau, mengeluhkan banyaknya kerbau ternak mereka yang mati mendadak beberapa hari belakangan ini. Temuan ini banyak terdapat pada milik warga di Kecamatan XIII Koto Kampar, yakni pada Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, Desa Gunung Bungsu dan Desa Muara Takus.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Kampar Deyus Herman mengatakan, kerbau tersebut mati akibat penyakit ngorok (Tagere) atau nama lainnya penyakit Septicaemia Epizootica (SE)

“Itu akibat penyakit septicaemia epizootica (SE) atau ngorok. Ini disebabkan oleh bakteri. Kalau PMK kan virus,” kata Deyus dalam penjelasannya yang dikutip pada Ahad (11/9/2022).

Ia menjelaskan, kasus SE pada ternak ini terjadi dalam siklus lima tahunan. Awal muncul penyakit ini pada 16 Agustus 2022 lalu. Dan salah satu faktor penyebabnya akibat perubahan cuaca dari panas ke musim hujan. Dan ditambah lagi akibat banyaknya hewan ternak yang masuk ke wilayah Kampar sejak lebaran haji lalu.

“Jadi sudah komplikasi. Tapi penyakit pada kerbau ini masih bisa diobati,” kata Deyus.

Dikatakannya juga, untuk penanganan ini, pihaknya telah melakukan penanganan dengan melibatkan tim dari Balai Veteriner Bukittinggi dan memberikan vaksin dan vitamin.

“Kami sudah melakukan pengambilan sampel untuk diperiksa,” kata Deyus.

Hanya saja agar hal ini tidak mewabah dan panik, banyak masyarakat pemilik ternak yang langsung menjual dan memotong sebelum mati.

Deycus juga telah meminta pemilik ternak agar mengisolasi ternaknya.
“Harus dikandangkan atau diisolasi agar tidak menular ke ternak yang lain. Artinya harus dijaga kesehatan hewan,” tukas Deyus.

Ditempat terpisah, Sekda Kampar Yusri meminta penyuluh mengisolasi kerbau masyarakat yang masih sehat menyikapi makin banyaknya hewan ternak yang mendadak mati.

Dan dalam data yang diperoleh dari Penyuluh, di Wilayah XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu, mulai dari 16 Agustus sampai dengan sekarang, sudah 120 ekor ternak kerbau warga yang mati dan banyak juga kerbau yang dijual sakit dan dijual sehat. []

You May Also Like