ARASYNEWS.COM – Pemerintah terus memberikan pelayanan bagi pengendara dan pengguna jalan tol baik pada arus mudik dan arus balik. Salah satunya adalah pada ruas jalan tol di Riau.
Hal ini terlihat dari turun langsungnya Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal memantau puncak arus balik Lebaran 2024 di Tol Pekanbaru – Bangkinang.
Pada Ahad (14/4/2024) kemarin, gerbang-gerbang tol di Riau dipenuhi kendaraan roda empat, yakni pada gerbang tol di Desa Sungai Pinang kecamatan Tambang dan juga di gerbang tol Tanjung Alai kecamatan XIII Koto Kampar.
Kapolda Riau, Irjen Iqbal, mengatakan, puncak arus balik sudah dimulai sejak Sabtu dan diprediksi terus meningkat sampai sehari sebelum masuk kerja.
“Personil harus all out dan tidak boleh mengurangi standar operasional prosedur layanan kepada masyarakat yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat mudik dan arus balik agar aman, tertib dan lancar tanpa adanya gangguan,” kata Kapolda Riau.
Irjen Iqbal menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau telah mengalihkan arus lalu lintas dari jalan arteri ke jalur alternatif.
Selain itu, kendaraan pribadi dan bus juga diarahkan untuk memasuki jalan tol agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur umum.
Dari data pengelola jalan tol Pekanbaru – Bangkinang, total lebih dari 18 ribu kendaraan yang telah melintas dari dan menuju kota Pekanbaru.
Sementara itu, untuk ruas tol Pekanbaru – Dumai, menuju Pekanbaru terdata sudah lebih dari 20 ribu kendaraan.
Sementara itu, pemanfaatan dan penggunaan jalan tol ini juga untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalan nasional.

Sebelumnya, Irjen M Iqbal menyempatkan diri menyambangi posko Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024 di gerbang tol Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Irjen Iqbal disambut Kapolres Kampar AKBP Ronal Sumaja dan jajaran. Di posko ini, Kapolda melihat skema arus mudik dan arus balik yang telah dipetakan oleh Satlantas polres Kampar.
“Alhamdulillah belum ada kecelakaan, pertahankan ini. Sudah ada peningkatan sekitar 3.000 kendaraan arus balik. Apalagi ada kebijakan WFH, artinya seluruh masyarakat yang mudik, baliknya tidak buru-buru. Saya minta teman-teman memperpanjang layanan dan berorientasi kepada kepentingan pemudik, baik keselamatan dan kelancaran,” pungkasnya. []