ARASYNEWS.COM – Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling mulia akhlaknya, kehidupannya bisa menjadi teladan bagi siapapun.
Nabi Muhammad dikenal sebagai orang yang jujur dan baik di dunia. Tapi tetap saja ada orang-orang yang membenci Nabi Muhammad, yakni orang-orang Yahudi dan hingga kini bagi yang non Muslim atau orang kafir.
Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dan telah memberikan ancaman kepada orang-orang yang membenci dan menghina Nabi Muhammad. Hal tersebut tertulis dalam Surah Al-Kausar ayat tiga.
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
Artinya: “Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (QS. Al Kautsar: 3).
Dalam Tafsir Jalalain menjelaskan ayat ini diturunkan berkenaan dengan adanya orang yang membenci atau menghina Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.
Tafsir tersebut menjelaskan maksud dari ayat ketiga surat Al Kausar adalah, “Sungguh orang-orang yang membencimu (Nabi Muhammad) dan mengacuhkan hidayah yang engkau bawa, dialah orang yang terputus. Tidak hanya terputus jejaknya, mereka pun dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan segala kebaikan, baik yang terjadi di dunia maupun di akhirat kelak. Keteladanan dan kebaikanmu akan terus menjadi pembicaraan sepanjang zaman dan keturunanmu akan terus mewarisi kebaikanmu.”
Allah menghibur dan menggembirakan Nabi Muhammad serta memerintahkan supaya mensyukuri anugerah-anugerah-Nya dan sebagai kesempurnaan nikmat-Nya. Allah telah menjadikan musuh-musuh Nabi itu menjadi hina dan tidak berdaya dihukum Allah dengan berbagai cara yang tanpa diketahui dari mana asalnya.
Siapa saja yang membenci dan mencaci Nabi akan hilang pengaruhnya dan tidak ada kebahagiaan baginya di dunia dan di akhirat. Sedang kebaikan dan hasil perjuangan akan tetap jaya sampai hari Kiamat.
Orang-orang kafir Makkah pada zaman dahulu mencaci Nabi Muhammad karena ajaran yang dibawa serta mengajak untuk tidak menyembah berhala.
Sesungguhnya Allah telah menepati janji-Nya dengan menghinakan dan menjatuhkan martabat orang-orang yang mencaci baginda Nabi.
Adapun kedudukan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang menerima petunjuk beliau serta nama harum mereka diangkat setinggi-tingginya oleh Allah sepanjang masa. []