ARASYNEWS.COM, DURI – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru bersama dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggelar workshop yang membahas isu-isu terkini seputar penyebaran hoaks atau informasi palsu. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, provinsi Riau.
Diketahui, hari sebelumnya telah digelar workshop serupa untuk para jurnalis di wilayah Bathin Solapan, Duri, dan sekitarnya.
Manajer Eksternal Communication dan Stakeholder Relation PHR, Rudi Arif dalam sambutannya menyampaikan kegiatan pada hari kedua ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para aparatur desa di wilayah tersebut, terutama di wilayah kerja migas di Blok Rokan tentang dampak negatif dari penyebaran informasi palsu.
“Sangat penting bagi kita untuk meningkatkan pemahaman tentang hoaks ini karena dapat berdampak negatif di lingkungan. Keselamatan pekerja di industri migas adalah prioritas utama, dan kita harus menghindari informasi palsu yang dapat mengganggu proses kerja dan keselamatan,” ujarnya di aula Kantor Camat Bathin Solapan, Bengkalis.
Dikatakannya, pentingnya pendidikan dan kesadaran tentang keselamatan kerja di sektor migas. Dan ini adalah landasan utama dalam industri migas nasional.
Sementara itu Kasi PMD Kecamatan Bathin Solapan Bengkalis, Ramona WK Dinata, berbicara tentang dampak informasi palsu dalam proses industri migas.
“Kami sangat mendukung program Citizen Journalism oleh AJI Pekanbaru dan PHR ini karena melalui pendidikan dan edukasi termasuk bagi aparatur sampai di tingkat desa, kita dapat mengatasi dampak dari informasi palsu. Hal ini penting dalam menjaga proses industri migas agar berjalan lancar dan aman,” kata Ramona.
Program Citizen Journalism ini diharapkan akan memberikan wawasan yang lebih baik tentang penyebaran informasi yang akurat dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan pekerja.
Melalui kolaborasi antara AJI Pekanbaru, PHR, dan dukungan dari Kecamatan Bathin Solapan, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, cerdas, dan berkelanjutan di wilayah kerja migas di Rokan. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan industri migas secara keseluruhan.
Adapun AJI Pekanbaru menggelar serangkaian workshop dalam upaya untuk mengenali dan melacak informasi palsu atau hoaks di tiga wilayah operasional migas Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Lokasi yang menjadi lokasi kegiatan ini yaitu Kecamatan Bathin Solapan Bengkalis, Kecamatan Rantau Kopar Rokan Hilir, dan Kabupaten Siak selama September 2023.
Ketua AJI Pekanbaru, Eko Faizin menyampaikan pentingnya menjaga akurasi informasi, khususnya dalam konteks eksplorasi minyak di wilayah hulu migas.
Dia mengungkapkan perlunya pemahaman yang lebih baik dalam penyampaian informasi di era media sosial yang berkembang pesat saat ini.
“Workshop ini akan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para jurnalis, termasuk jurnalis warga, tentang cara mengenali dan melacak informasi palsu atau. Hal ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan ke publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Eko.
Selain itu, Eko mengatakan, tujuan dari workshop ini adalah agar para jurnalis dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memproduksi informasi yang sensitif dengan prinsip keakuratan informasi, terutama dalam konteks eksplorasi migas di wilayah hulu.
AJI Pekanbaru berharap workshop ini akan memberikan kontribusi positif dalam membangun pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu migas di wilayah tersebut.
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow AJI Pekanbaru ke wilayah Blok Rokan dengan tema “Membangun Perdamaian Melalui Citizen Journalism pada Media.” Salah satu fokus utama dalam roadshow ini adalah meningkatkan literasi media di kalangan jurnalis dan masyarakat umum.
“Dengan adanya workshop ini, diharapkan para jurnalis dan masyarakat di wilayah Kecamatan Bathin Solapan Bengkalis, Kecamatan Rantau Kopar Rokan Hilir, dan Kabupaten Siak, akan lebih waspada terhadap hoaks dan mampu menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya dalam konteks eksplorasi migas,” pungkas Ketua AJI Pekanbaru. [Rls]