Adab Berbagi Makanan kepada Sesama, Ingat Hal-hal ini dan Jangan Asal-asalan

ARASYNEWS.COM – Dalam hadist disebutkan bahwa: “Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya,” (HR. Ahmad).

Adapun maksud dari hadist ini adalah janganlah kamu memberi sesuatu itu dikarenakan kamu tidak menyukainya. Dan itu bukan niat yang baik.

Sebagai contoh, memiliki suatu kue, dan pada awalnya gak ada niat mau membagi ke tetangga, tetapi karna rasa kue itu tidak enak, tidak sesuai yang diharapkan, dan takut mubazir, kemudian diberikan ke orang lain.

Berbagi makanan adalah bentuk kebaikan maupun kepedulian sosial yang dihargai di dalam budaya kita. Akan tetapi ada adab berbagi makanan yang harus diperhatikan.

Artinya bahwa memberikan makanan kepada sesama tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Mengingat bahwa berbagi tentu tidak hanya sekedar memberikan makanan saja.

Namun ada etika yang harus diperhatikan dengan tujuan supaya bisa diterima dengan baik. Selain itu makanan yang diberikan bisa bermanfaat dan menjadi ladang pahala bagi pemberinya.

Dan supaya bisa memperoleh pahala melalui sedekah makanan, jangan lupa untuk selalu memperhatikan adab berbagi makanan agar bertambah berkah.

Adab Berbagi Makanan ke Orang Lain

  1. Berikan makanan yang layak konsumsi
  2. Hindari makanan yang sudah jelas tidak disukai
  3. Pastikan makanan yang diberikan rasanya enak
  4. Perhatikan porsi makanan yang diberikan
  5. Pastikan tidak memberi makanan sisa ataupun yang tidak layak dikonsumsi.
  6. Perhatikan apakah penerima memiliki alergi

Adab Berbagi Makanan ke Orang Lain

Berbagi makanan menjadi bentuk tindakan yang sangat mulia, karena bisa mempererat hubungan sosial dan menciptakan kebahagiaan.

Untuk bisa memastikan bahwa berbagi makanan tersebut diterima dengan baik, maka penting sekali agar memperhatikan beberapa adab.

Dengan memahami serta menerapkan 6 adab berikut, bisa membantu untuk mengubah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan membuat orang lain merasa dihargai dan bahagia.

  1. Berikan Makanan yang Layak Konsumsi

Prinsip dasar untuk berbagi makanan yaitu memastikan bahwa makanan yang diberikan tersebut layak dikonsumsi. Untuk makanan yang layak tentu tidak hanya sekedar bebas dari bahan berbahaya saja.

Akan tetapi juga memenuhi standar kebersihan maupun kesehatan. Sebelum berbagi makanan, pastikan bahwa makanan tersebut tidak terkontaminasi, tidak kadaluarsa dan disiapkan dengan baik.

Memberikan makanan yang layak dikonsumsi mencerminkan perhatian terhadap kesehatan orang lain juga agar tidak menimbulkan gunjingan dari penerimanya. Ini termasuk dalam adab berbagi makanan.

Contohnya, apabila berbagi makanan yang dimasak sendiri, maka pastikan bahwa cara memasaknya menggunakan bahan-bahan yang segar dan berkualitas.

Selain itu, apabila berbagi makanan dari membeli di tempat lain, maka pastikan bahwa tempat jualan makanan tersebut mempunyai reputasi yang baik, terutama dalam hal kebersihan dan cita rasa.

  1. Hindari Makanan yang Sudah Jelas Tidak Disukai

Semua orang pastinya mempunyai selera maupun preferensi makanan yang tidak sama. Penting agar mengetahui makanan apa saja yang disukai atau makanan yang tidak disukai penerima makanan.

Apabila memberikan makanan yang tidak disukai oleh penerima tersebut, tentu hal ini tidak hanya membuang-buang usaha saja. Akan tetapi juga dianggap kurang menghargai.

Sangat disarankan sebelum berbagi, ada baiknya untuk melakukan survei terlebih dahulu. Contohnya menanyakan secara langsung atau bisa juga melihat makanan apa saja yang biasanya dimakan.

Ini adalah adab berbagi makanan dan membuat makanan yang diberikan mampu diterima dengan baik bahkan dinikmati oleh penerimanya.

  1. Pastikan Makanan yang diberikan Rasanya Enak

Rasa merupakan faktor utama yang bisa mempengaruhi pengalaman makan dari diri seseorang. Pada saat berbagai makanan, pastikan makanan tersebut mempunyai rasa yang menggugah selera dan enak.

Dari sini, tentu tidak hanya bisa menciptakan pengalaman berbagi saja, akan tetapi memberikan makanan yang lezat. Sehingga bisa membuat penerimanya merasa senang dan dihargai.

Jika sekiranya tidak memiliki keyakinan dari kemampuan memasak, sebaiknya membeli makanan di tempat lain yang mempunyai rasa enak dan higienis.

  1. Perhatikan Porsi Makanan yang Diberikan

Aspek penting yang menjadi adab berbagi makanan selanjutnya yaitu porsi. Memberikan porsi yang tepat juga menjadi salah satu bentuk bahwa pemberi menghargai penerimanya.

Jika memberikan porsi terlalu sedikit, maka justru membuat penerima merasa kurang dihargai. Ketika berbagi, maka harus memperhatikan porsi berdasarkan dari jumlah orang maupun kebutuhan penerima.

Apabila berbagi makanan untuk keluarga, maka harus mempersiapkan porsi yang cukup untuk seluruh anggota keluarga.

Hal ini juga sebaliknya, apabila berbagi hanya dengan satu orang maka bersihkan berikan porsi yang sesuai. Dengan memperhatikan porsi, maka menunjukkan pemberi memiliki rasa kepedulian.

  1. Pastikan Tidak Memberi Makanan Sisa

Apabila memberikan makanan sisa, khususnya sisa dari makanan yang sudah dimakan, ini dianggap kurang sopan. Walau niatnya baik, namun makanan sisa bukan makanan yang diinginkan penerimanya.

Jika ingin berbagi makanan yang sudah ada, pastikan bahwa makanan tersebut masih dalam kondisi yang layak dan baik untuk dimakan.

Apabila memungkinkan, siapkan juga makanan baru untuk dibagikan. Cara ini bisa membantu agar penerima merasa dihargai dan tidak memiliki perasaan mendapatkan makanan sisa.

  1. Perhatikan Apakah Penerima Memiliki Alergi

Aspek terpenting yang tidak boleh dilupakan dalam adab berbagi makanan selanjutnya yaitu memastikan bahwa penerima tidak memiliki alergi.

Mungkin beberapa orang mempunyai alergi pada bahan makanan tertentu. Oleh karena itu berikan makanan yang tidak memicu alergi, karena hal ini bisa membahayakan penerimanya.

Bahkan berpotensi menimbulkan permasalahan kesehatan secara serius. Dari sini sangat dianjurkan sebelum berbagi, tanyakan kepada penerima terlebih dahulu apakah memiliki alergi maupun pantangan.

Cara ini tidak hanya menunjukkan rasa kepedulian kepada penerima saja, akan tetapi juga bisa memastikan bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi.

Hikmah dibalik urusan makanan dalam kehidupan beragama seorang muslim adalah jalan kesalehan sosial tetapi juga berpotensi jalan kezaliman sosial. Hal ini diperkuat dengan perkataan Rasulullah SAW yang mengajarkan, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan” (HR. Thabrani).
Ini menjelaskan bukan tentang menu makanan apa yang akan kita makan, tetapi apakah orang-orang sekitar kita juga mendapatkan makanan secara cukup, aman dan layak.

Pada petunjuk hadist yang lain juga disebutkan bahwa ada seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah,
“Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” kemudian Rasulullah menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Ini menjelaskan secara eksplisit bahwa memberi makan, mentraktir makan atau memberikan makan merupakan perbuatan mulia bagi sesama.

[]

You May Also Like