ARASYNEWS.COM, JAKARTA – Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang dipergunakan Indonesia yang merupakan asal China kembali gagal mendapatkan izin WHO.
Berdasarkan update terbaru WHO, Sabtu (29/5/2021), Sinovac diperkirakan baru mendapat izin sertifikasi pada Juni 2021.
Ini adalah kesekian kalinya proses sertifikasi Sinovac mengalami penundaan. Sebelumnya, diperkirakan dapat izin WHO pada April, kemudian mundur jadi awal Mei, tapi masih belum juga diberikan hingga akhir bulan Mei, dan kini ke awal Juni diperkirakan.
Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, pada awalnya juga memprediksi Sinovac bakal mendapat izin WHO pada akhir Mei 2021.
Meski belum mendapatkan izin darurat WHO, vaksin Sinovac telah didistribusi keberbagai negara di dunia dan termasuk Indonesia.
Indonesia sendiri telah gencar-gencarnya memberikan vaksin Sinovac kepada masyarakat. Dan meskipun ada efek samping hingga kembali terjangkit dan bahkan ada kematian, tapi diklaim tidak akibat vaksin Sinovac ini.
Bukan hanya itu saja, rencana jadwal ibadah haji juga kendala bagi muslim di Indonesia. Pasalnya, kerajaan Arab Saudi hingga kini masih belum memberikan izin Sinovac sebagai salah satu syarat masuk untuk ibadah haji.
Meskipun begitu, Pemerintah Indonesia melalui Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir memastikan bahwa Indonesia akan terus menerima pengiriman vaksin Covid-19 dari China.
“Tanggal 31 Mei, akhir bulan ini, kita akan dapat tambahan sekitar 8 juta dosis Sinovac dalam bentuk bulk,” kata Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2021) kemarin.
“Maka dengan kedatangan tahap ke-13 kali ini yaitu vaksin Sinovac sebanyak 8 juta dosis maka secara total yaitu jumlah vaksin secara total 83,9 juta dosis,” kata Honesti. []