ARASYNEWS.COM, PADANG PARIAMAN – Otoritas Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengurangi jam operasional penerbangan. Hal ini dilakukan akibat adanya kebijakan larangan mudik lebaran 2021 oleh kementerian perhubungan.
“Hasil rapat akan kita kabarkan lewat siaran pers. Kemungkinan pastinya, dalam waktu dekat jumlah penerbangan dikurangi,” ujar Humas Bandara Internasional Minangkabau, Fendrick Sondra, Selasa (27/4).
Menurut Fendrick, normalnya, jam operasional penerbangan di BIM dimulai dari pukul 05.00 WIB sampai dengan 00.00 WIB. Pengurangan jam operasional penerbangan tersebut akan menyesuaikan dengan jumlah penerbangan.
“Akibat pengurangan jam operasional otomatis pasti ada pengurangan jumlah penerbangan. Kalau saat ini ada 15 penerbangan. Mungkin saja ke depan tinggal lima atau tiga penerbangan,” kata Fendrick.
“Itu kemungkinan yang tinggal dari Jakarta, Medan, dan Batam. Karena kemungkinan yang dibawa itu barang-barang kargo. Tapi kepastiannya kemungkinan akan kita infokan,” sebut dia.
Fendrick menyampaikan, menindaklanjuti aturan larangan mudik Lebaran dari Kemenhub, PT Angkasa Pura juga telah mengeluarkan kebijakan bahwa menetapkan penggunaan rapid test dalam masa berlaku satu hari mulai 24 April 2021 Pukul 00.01 WIB.
Hal tersebut sesuai dengan Addendum Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Nomor 13 Tahun 2021 Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H.
“Biasanya kan rapid test itu berlaku dua hari. Tapi per 24 April kemarin itu hanya satu hari,” sebutnya.
Pengelola bandara juga telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Daerah untuk meminta petugas Satgas Covid agar ditempatkan di bandara sebagai verifikator dokumen perjalanan dalam masa larangan mudik.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan posko terpadu pengendalian larangan mudik sesuai perintah Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.
Ditempat terpisah, untuk penggunaaan tes GeNose C19 di BIM, General Manager Angkasa Pura II BIM, Yos Suwagiyono, mengatakan, saat ini lokasi untuk pemeriksaan sudah disediakan, begitu juga dengan kelengkapan GeNose.
“Kita sudah dapat sosialisasi dan sampaikan penggunaan GeNose. Namun untuk pelaksanaan masih menunggu dari vendor,” ucapnya.
Menurut Yos Suwagiyono, penerapan GeNose yang akurat dan cepat akan berkontribusi positif dengan bergairahnya kembali penumpang di sektor penerbangan.
“Dengan GeNose, pemeriksaan lebih mudah, tidak memakan waktu dalam pemeriksaan dan menunggu hasilnya. Kalau penumpang dipermudah, tentu imbasnya akan positif bagi penerbangan kita,” tukasnya. []