Provinsi Sumatera Barat Sudah Melewati Puncak Musim Hujan dan Angin Kencang

ARASYNEWS.COM, PADANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Stasiun Minangkabau memperkirakan menjelang masuknya bulan Ramadhan ini, wilayah Sumatera Barat akan mengalami penurunan intensitas hujan dan angin kencang.

“Berdasarkan analisa yang dilakukan BMKG Kelas II Stasiun Minangkabau, Sumatera Barat, wilayah Sumbar telah melewati masa puncak curah hujan tinggi dan angin kencang,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, Yudha Nugraha, Rabu (7/4/2021).

“Mulai awal pekan kemarin sudah terlihat, dan ini akan berlangsung hingga akhir April mendatang, potensi hujan dan angin kencang telah berkurang menjadi intensitas sedang,” terang dia.

Menurut Yudha, puncak angin kencang telah terjadi sejak akhir Maret yang lalu dengan kecepatan 34 knot atau 60 kilometer per jam lebih. Kecepatan angin tersebut telah masuk dalam kategori ekstrim karena telah berada di atas 25 knot.

“Pada pekan ini hingga awal Ramadhan, diprediksi jauh menurun yakni kecepatan angin hanya 10 hingga 25 knot,” prediksinya.

Yudha mengatakan, untuk potensi hujan sedang hingga ringan masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Barat seperti Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Bukittinggi, Kabupaten Solok Selatan, Kota Solok, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten 50 Kota

“Terpantau, dari pergerakan angin dan awan, sesekali curah hujan dapat menjadi tinggi tetapi hanya bersifat lokal,” terangnya.

Yudha menambahkan, meskipun pekan ini potensi hujan dan angin kencang mulai menurun, namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan. Karena masih dapat menimbulkan bencana alam seperti longsor dan pohon tumbang.

“Analisa kami hujan dan angin kencang pekan lalu disebabkan karena adanya pola sistem tekanan rendah di dekat Sumatera Barat. Kondisi ini memicu terjadinya pergerakan udara yang lebih kuat dan hujan yang lebih intens,” kata Yudha.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur mengatakan, selama beberapa hari terakhir, insiden pohon tumbang dan atap rumah yang rusak diakibatkan angin kencang. Ini terjadi di sejumlah daerah, seperti di Kota Padang, Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

Rumainur mengatakan, masyarakat harus berhati-hati jika terjadi hujan disertai angin kencang.

“Potensi terjadinya hujan dan angin kencang masih bisa terjadi. Diimbau warga tidak berteduh di bawah pohon besar,” saran Rumainur.

“Dan warga yang bermukim di lokasi rawan pohon tumbang diimbau melapor pada petugas kebencanaan atau lingkungan hidup agar dilakukan pemangkasan terhadap pohon yang terlalu lebat,” pungkasnya. []

You May Also Like