Harga minyak dunia melonjak tembus USD 100 per barel, diperkirakan berpengaruh pada harga BBM di dalam negeri
ARASYNEWS.com — PT Pertamina (Persero) memproyeksikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax bakal mengalami penyesuaian yang signifikan dan berpotensi berkisar pada angka Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per liter. Langkah ini menyusul melonjaknya harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Menurut pihak Pertamina, penyesuaian ini dilakukan demi menjaga kestabilan pasokan energi di tengah fluktuasi pasar global, mengingat Pertamax merupakan BBM yang harganya mengikuti iklim ekonomi pasar.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyebut harga Pertamax di dalam negeri akan terdorong naik jika harga minyak dunia masih bertahan tinggi.
Dikatakannya, Pertamax dan BBM non subsidi lainnya bisa berada diatas angka Rp 18 ribu jika harga harga minyak dunia tidak segera turun.
Ia menjelaskan, tingginya harga ini datang dari situasi geopolitik di Timur Tengah yang memanas dan gangguan jalur distribusi energi, termasuk situasi yang terjadi di Selat Hormuz.
Adapun harga minyak Brent melonjak ke USD 107,63 per barel. Sementara WTI diangka USD 102,48 per barel (ini pada perdagangan Kamis, 10 September 2026). Dan kondisi ini membuat harga energi global masih sulit diprediksi.
[]