Solusi Kepala BGN agar Siswa Tidak Keracunan Mengkonsumsi MBG

Guru di sekolah agar mencicipi MBG terlebih dahulu

ARASYNEWS.com — Program andalan presiden RI Prabowo Subianto menimbulkan efek buruk dan merugikan bagi para siswa di sekolah, guru, dan lansia. Keracunan kembali terjadi dan banyak penerima manfaat ini yang harus dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Keracunan akibat mengkonsumsi makan bergizi gratis ini terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti di Pulau Jawa dan Sumatera.

Sementara itu, agar penerima manfaat ini tidak lagi mengalami hal seperti keracunan, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui kepala BGN, Sudaryono menyampaikan solusinya.

Badan Gizi Nasional meminta guru dan pihak sekolah ikut mencicipi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum hidangan tersebut dibagikan kepada siswa untuk dikonsumsi.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari pengawasan tambahan untuk memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar aman dan layak dikonsumsi.

Sudaryono menegaskan, imbauan tersebut bukan berarti makanan MBG dianggap berbahaya. Pengecekan oleh guru justru menjadi prosedur pengamanan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan maupun risiko keracunan makanan.

“Guru adalah pihak terdekat dengan siswa di sekolah, sehingga keterlibatan mereka dalam memastikan aroma, rasa, dan kelayakan makanan sangat penting sebelum dikonsumsi anak-anak,” ujar Sudaryono, dalam keterangannya yang dikutip, Senin (7/9).

Sebelumnya, pemeriksaan makanan telah dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, sekolah diminta menjadi lapisan pengawasan tambahan sebelum makanan benar-benar dikonsumsi siswa.

BGN juga memperketat standar operasional prosedur (SOP) di SPPG, mulai dari kebersihan bahan baku hingga proses pengolahan makanan.

Pengecekan tampilan, aroma, dan rasa oleh pihak sekolah diharapkan menjadi benteng terakhir untuk memastikan MBG yang sampai ke tangan siswa tetap aman dan layak konsumsi. []

Next Post

No more post

You May Also Like